1. This site uses cookies. By continuing to use this site, you are agreeing to our use of cookies. Learn More.
  2. Welcome back! Thank you for being a part of this Traders Community. Let's discuss and share :)
    Selamat datang kembali! Trimakasih telah menjadi bagian dari Komunitas Trader ini. Mari berdiskusi dan berbagi :)
    Dismiss Notice

FBS - Trade with Confidence

Discussion in 'Iklan - Advertising' started by Ardian Fariz, 13 Jun 2023.

  1. Ardian Fariz

    Ardian Fariz New Member

    Equity
    Credit
    Ref Point
    Ingin meraih kesuksesan dalam trading forex? Bergabunglah dengan FBS, broker forex terkemuka yang siap membantu Anda mencapai tujuan finansial Anda. Dengan FBS, Anda akan mendapatkan akses ke pasar global dengan kondisi perdagangan yang menguntungkan. Nikmati eksekusi cepat dan presisi tinggi, serta spread yang kompetitif. Selain itu, FBS menyediakan platform trading yang user-friendly dan berbagai alat analisis yang canggih untuk membantu Anda membuat keputusan investasi yang cerdas. Anda juga akan mendapatkan dukungan pelanggan 24/7 dari tim profesional kami. Bergabunglah dengan FBS sekarang dan raih kesempatan untuk meraih kebebasan finansial Anda!

    Dapatkan pengalaman trading forex yang luar biasa dengan FBS! Kami menyediakan berbagai jenis akun trading yang sesuai dengan kebutuhan dan tingkat pengalaman Anda. Apakah Anda seorang pemula yang ingin belajar atau seorang trader berpengalaman yang mencari peluang baru, FBS memiliki solusi yang tepat untuk Anda. Dengan FBS, Anda dapat memperdagangkan berbagai instrumen keuangan, termasuk pasangan mata uang, logam mulia, komoditas, dan CFD saham. Kami juga menawarkan program bonus dan promosi menarik yang dapat meningkatkan keuntungan Anda. Bergabunglah dengan FBS hari ini dan rasakan kenyamanan trading dengan layanan kami yang handal dan transparan. Jangan lewatkan peluang untuk meraih sukses finansial, mulai trading dengan FBS sekarang!

    KLIK DISINI
     
  2. Matius Perbesi

    Matius Perbesi New Member

    Equity
    Credit
    Ref Point
    Nice article.. saat Ini saya aktif trading di Headway. Sudah tersedia juga aplikasinya jadi makin mudah aksesnya
     
  3. Ardian Fariz

    Ardian Fariz New Member

    Equity
    Credit
    Ref Point
    Julukan Pasangan Mata Uang Forex

    Dunia trading Forex penuh dengan terminologi yang rumit, tidak terkecuali pasangan mata uang. Meskipun sebagian besar trader terbiasa dengan nama pasangan mata uang standar, ada beberapa julukan rahasia yang telah digunakan dalam industri ini selama bertahun-tahun. Julukan ini berasal dari konteks yang berbeda, seperti peristiwa bersejarah, simbol nasional, atau bahkan referensi hewan.

    Artikel ini akan mengeksplorasi kisah-kisah di balik julukan beberapa pasangan mata uang paling populer di dunia.

    Julukan rahasia untuk pasangan mata uang yang harus diketahui semua orang
    EURUSD - Euro – Dolar AS = Fiber

    USDJPY - Dolar AS – Yen Jepang = Gopher

    GBPUSD - Pound Inggris – Dolar AS = Cable

    USDCHF - Dolar AS – Franc Swiss = Swissie

    AUDUSD - Dolar Australia – Dolar AS = Aussie

    USDCAD - Dolar AS – Dolar Kanada = Loonie

    NZDUSD - Dolar Selandia Baru – Dolar AS = Kiwi

    EURGBP - Euro – Pound Inggris = Chunnel

    GBPJPY - Pound Inggris – Yen Jepang = Guppy

    EURJPY - Euro – Yen Jepang = Euppy

    USDRUB - Dolar AS – Rubel Rusia = Barnie

    EURRUB - Euro – Rubel Rusia = Betty

    EURUSD – Fiber
    Pasangan EURUSD adalah pasangan mata uang yang paling banyak diperdagangkan di dunia. Ini mewakili zona euro dan Amerika Serikat. Julukan ‘Fiber’ memiliki dua sejarah di baliknya. Ada yang berpendapat bahwa nama ini berasal dari uang kertas euro yang terbuat dari serat (fiber) kapas murni, yang membuatnya lebih tahan lama. Sejarah lainnya adalah ‘Fiber’ berasal dari penggunaan ekstensif kabel serat optik dalam mentransmisikan informasi tentang nilai tukar euro dan dolar AS.

    Fakta menarik:

    Dolar AS juga dikenal sebagai ‘greenback’ karena warna hijau yang khas dari uang kertasnya pada tahun 1861.

    USDJPY – Gopher
    Julukan ‘Gopher’ untuk pasangan mata uang ini mengacu pada tim olahraga University of Minnesota, yang disebut ‘Golden Gophers’. Julukan pasangan mata uang ini diberikan karena korelasi yang tinggi antara nilai tukar USDJPY dan kinerja ekonomi Minnesota.

    GBPUSD – Cable
    Julukan pasangan ini berasal dari abad ke-19 ketika nilai tukar ditransmisikan melalui kabel yang membentang di bawah Samudra Atlantik. Kabel transatlantik pertama dipasang pada tahun 1858, memungkinkan komunikasi waktu nyata antara London dan New York. Kabel ini memungkinkan nilai tukar ditransmisikan secara instan, dan trader dapat bereaksi dengan cepat terhadap perubahan di pasar. Istilah ‘Cable’ telah melekat dan masih digunakan hingga saat ini.

    USDCHF – Swissie
    ‘Swissie’ adalah julukan untuk franc Swiss, mata uang resmi Swiss. Istilah ini pertama kali digunakan pada abad ke-19 untuk menyebut franc Swiss. Belakangan, julukan ini diberikan pada pasangan USDCHF.

    Fakta menarik:

    Dolar AS juga terkadang disebut ‘buck’. Julukan ini berasal dari masa ketika orang Indian Amerika menggunakan kulit rusa untuk barter. Rusa jantan disebut sebagai buck.

    AUDUSD – Aussie
    ‘Aussie’ adalah bentuk singkat dari ‘Australian’. Istilah ini menjadi populer pada tahun 1960-an dan 1970-an ketika warga Australia mulai sering bepergian, dan budaya serta gaya hidup negara ini semakin dikenal di seluruh dunia. Saat ini, para trader menyebut pasangan AUDUSD sebagai ‘Aussie’.

    USDCAD – Loonie
    Awalnya, kata ‘loonie’ digunakan untuk menyebut dolar Kanada, mata uang resmi Kanada. Julukan ini berasal dari gambar burung loon pada koin satu dolar Kanada. Pertama kali diperkenalkan pada tahun 1987 sebagai pengganti uang satu dolar. Desain khas koin ini dengan cepat menjadi populer di kalangan masyarakat Kanada, dan sekarang, ‘loonie’ juga menjadi julukan untuk pasangan USDCAD.

    NZDUSD – Kiwi
    Julukan NZDUSD mengacu pada burung nasional Selandia Baru – kiwi. Burung ini adalah simbol satwa liar yang unik di Selandia Baru. Itulah sebabnya mengapa kiwi ditampilkan pada koin satu dolar negara ini. Bentuknya kecil, berwarna cokelat, berbulu, dan tidak bisa terbang – seperti buah kiwi.

    EURGBP – Chunnel
    Ada Selat Inggris yang memisahkan Inggris dan Prancis. Untuk menghubungkan pulau dengan benua, mereka membangun terowongan di bawah air yang berfungsi sebagai koridor. Dengan demikian, pasangan EURGBP memadukan namanya dari pasangan kata bahasa Inggris: Channel Tunnel.

    EURJPY – Euppy
    Julukan ‘Euppy’ berasal dari perpaduan 2 huruf awal EUR dan 2 huruf akhir JPY. Diucapkan sebagai ‘yuppy’, sebuah istilah gaul yang dipopulerkan pada tahun 1980-an untuk menggambarkan para profesional muda, sukses, dan kaya.

    GBPJPY – Guppy
    Sama halnya dengan pasangan sebelumnya, GBPJPY mendapatkan julukannya dengan menggabungkan 1 huruf awal GBP dan 2 huruf akhir JPY. Terdengar seperti kata ‘guppy’, ikan air tawar yang kecil dan berwarna-warni.

    Fakta menarik:

    GBP, atau pound sterling, adalah mata uang resmi Britania Raya. Mata uang ini merupakan mata uang tertua yang masih digunakan hingga saat ini. Kata ‘sterling’ berasal dari bahasa Prancis Norman Kuno ‘esterlin’ yang berarti ‘bintang kecil’. Awalnya, kata ini merujuk pada uang perak yang diperkenalkan di Inggris oleh Raja Henry II pada abad ke-12.

    USDRUB – Barnie, EURRUB – Betty
    Rubel Rusia menggantikan rubel Soviet pada tahun 1992. Menariknya, Rubles juga merupakan nama belakang dari Barnie dan Betty dalam serial animasi The Flintstones. Kartun ini populer di tahun 90-an, saat Uni Soviet runtuh, dan Rusia menjadi negara yang terpisah.

    Kesimpulan
    Meskipun memahami julukan ini cukup menyenangkan dan menumbuhkan rasa kebersamaan di antara para trader, penting untuk memprioritaskan komunikasi yang jelas dan akurat untuk menghindari kebingungan dan kesalahan. Trader harus tetap terinformasi dan waspada saat trading pasangan mata uang ini, terlepas dari julukan yang digunakan.

    Secara keseluruhan, mengetahui asal-usul sejarah dan budaya pasangan mata uang dapat memberikan wawasan tentang karakteristik dan perilakunya di pasar.

    KLIK DISINI
     
  4. Ardian Fariz

    Ardian Fariz New Member

    Equity
    Credit
    Ref Point
    Analisis Harga EUR/USD: Konfluensi 100/200-hour SMAs Memegang Kunci Menjelang Pidato Powell Fed

    EUR/USD menghadapi beberapa tekanan jual pada hari Rabu dan tertekan oleh kekuatan USD yang moderat.
    Penurunan selanjutnya dapat menemui dukungan yang kuat di dekat konfluensi 100/200-hour SMAs.
    Para trader sekarang menantikan komentar Ketua Fed, Jerome Powell, untuk mendapatkan dorongan yang signifikan.

    Pasangan EUR/USD mengalami beberapa tekanan jual selama sesi Asia pada hari Rabu dan bergerak menjauh dari level tertinggi mingguan baru, sekitar wilayah 1.0975 yang dicapai sehari sebelumnya. Harga spot saat ini diperdagangkan sedikit di bawah level pertengahan 1.0900-an, turun sekitar 0,15% pada hari itu, dan untuk saat ini, tampaknya telah menghentikan tren kenaikan selama dua hari.

    Pandangan hawkish Federal Reserve (Fed), bersama dengan data makro ekonomi AS yang positif yang dirilis pada hari Selasa, membantu Dolar AS (USD) mendapatkan dorongan positif, yang pada gilirannya terlihat menekan pasangan EUR/USD ke bawah. Selain itu, kekhawatiran tentang hambatan ekonomi yang disebabkan oleh kenaikan biaya pinjaman mengaburkan prospek kenaikan suku bunga tambahan oleh Bank Sentral Eropa (ECB) dan melemahkan mata uang bersama. Namun, para trader mungkin akan menahan diri untuk melakukan taruhan arah agresif menjelang penampilan Ketua Fed, Jerome Powell, di Forum ECB tentang Perbankan Sentral di Sintra hari ini.

    Dari segi teknis, penurunan selanjutnya kemungkinan besar akan menemui dukungan yang kuat di dekat konfluensi 1.0935-1.0930 - yang terdiri dari 100-hour dan 200-hour Simple Moving Averages (SMAs). Area tersebut seharusnya berfungsi sebagai titik krusial, yang jika berhasil ditembus mungkin akan memicu beberapa penjualan teknis. Pasangan EUR/USD kemungkinan akan rentan melemah lebih jauh di bawah level psikologis 1.0900 dan mempercepat penurunan menuju pengujian level rendah puncak minggu lalu, sekitar zona 1.0845. Penjualan yang berlanjut akan dianggap sebagai pemicu baru bagi trader bearish dan membuka jalan untuk kerugian jangka pendek tambahan.

    Di sisi lain, wilayah 1.0975, atau level tertinggi mingguan, sekarang tampak bertindak sebagai hambatan langsung sebelum mencapai level psikologis 1.1000. Setiap kenaikan selanjutnya kemungkinan akan menarik minat penjual di sekitar resistensi 1.1055-1.1060 dan tetap terbatas di dekat zona pasokan berat 1.1090-1.1100, atau puncak tahun ini yang dicapai pada bulan April/Mei. Kekuatan yang berkelanjutan di atas level terakhir

    akan mengkonfirmasi terjadinya breakout bullish baru dan memungkinkan pasangan EUR/USD untuk melanjutkan kenaikan terbarunya yang terlihat selama sebulan terakhir atau lebih.

    KLIK DISINI
     
  5. Ardian Fariz

    Ardian Fariz New Member

    Equity
    Credit
    Ref Point
    Sikap Hawkish Lagarde Dorong EURGBP Menguat Lebih Jauh

    EURGBP telah menguat menembus level 0,8600 setelah komentar hawkish dari Lagarde ECB dalam forum Central Banking ECB pada Selasa sore (27/06/2023) di tengah tekanan yang dihadapi oleh Pound Sterling imbas angka inflasi yang tinggi di Inggris yang mengancam prospek ekonomi Britania Raya. Pasangan silang ini naik menembus resistance bulat 0,8600 yang juga menjadi level psikologis.

    Lagarde ECB menyampaikan bahwa inflasi Eurozone sangat tinggi dan bank sentral perlu menjalankan kebijakan moneter yang cukup ketat untuk mengendalikan tekanan harga. Dia juga menambahkan bahwa efek dari kenaikan upah terhadap inflasi baru-baru ini yang semakin meningkat. Lagarde juga menyatakan bahwa ECB memastikan ekspektasi inflasi tetap terkendali saat proses penyesuaian upah berlangsung.

    Sementara itu, Pound Sterling menghadapi tekanan imbas laju inflasi yang tinggi di Inggris mengancam prospek ekonomi mereka. Ibarat makan buah simalakama, kenaikan suku bunga oleh Bank of England (BoE) akan menurunkan penyaluran kredit oleh bank komersial karena perusahaan lebih memilih untuk menghindari kewajiban bunga yang lebih tinggi. Inflasi inti Inggris yang melonjak mencapai level tertinggi baru 7,1% membuat Gubernur BoE Andrew Bailey merasa tidak nyaman. Investor mengantisipasi bahwa BoE Bailey gagal mencapai stabilitas harga.

    EURGBP semakin menjauh dari indikator Simple Moving Average 50 (SMA50) yang mengindikasikan tren jangka pendek pasangan ini menunjukkan pola bullish. Bahkan indikator Simple Moving Average 100 (SMA100) mulai menunjukkan tanda-tanda berbalik naik. Indikasi tren Bullish pasangan ini diperkuat dengan candlestick pada H2 yang menunjukkan pola bullish pennant yang menunjukkan pola tren bullish berkelanjutan.

    Penembusan di atas level 0,8605 membuka peluang BUY EURGBP pada level 0,8610 yang berpotensi lanjutkan kenaikan menuju level 0.8615/0.8621. Meski demikian, tetap waspadai pembalikan arah pasangan ini jika koreksi menembus kembali ke bawah level 0.8600 yang membuka peluang SELL pada level 0.8595 dan berpotensi turun menuju level 0,8590/0,8585.

    KLIK DISINI
     
  6. Ardian Fariz

    Ardian Fariz New Member

    Equity
    Credit
    Ref Point
    GBPJPY Koreksi Dekati Level 183,00 Di Tengah Fokus Pasar Pada Pidato Bailey

    GBPJPY mengalami koreksi dan mendekati level 183,00 pada perdagangan Rabu (28/05/2023) setelah mencapai level tertinggi tujuh tahun di 183,76. Tekanan jual pada pasangan ini muncul di tengah penantian investor pada pidato dari Gubernur Bank of England (BoE), Andrew Bailey, yang dijadwalkan pada pukul 20:30 WIB.

    Andrew Bailey diperkirakan akan memberikan panduan suku bunga yang hawkish karena tekanan inflasi di Inggris Raya terbukti sangat persisten. Indeks Harga Konsumen (CPI) utama di atas ekspektasi karena harga bensin yang lemah ditutupi oleh inflasi makanan yang stabil dan kenaikan harga barang dan jasa rekreasi, penerbangan, dan mobil bekas. CPI inti mencatat kenaikan tertinggi baru sebesar 7,1%, yang menimbulkan kekhawatiran ketua BoE dan Perdana Menteri Inggris, Rishi Sunak.

    Dengan pertimbangan bahwa kebijakan moneter yang restriktif oleh bank sentral telah gagal mengendalikan inflasi yang tak terkendali di Britania Raya, Menteri Keuangan Inggris, Jeremy Hunt, melihat ke langkah-langkah lain dan berdiskusi dengan regulator industri tentang pembatasan margin keuntungan. Selain itu, pemotongan gaji di sektor publik sedang dipertimbangkan.

    Di sisi Tokyo, pelemahan yen Jepang yang lebih luas telah meningkatkan kemungkinan adanya intervensi oleh Bank of Japan (BoJ) secara diam-diam. Menteri Keuangan Jepang, Shunichi Suzuki, mengatakan bahwa dia "akan menanggapi dengan tepat jika pergerakan nilai tukar mata uang menjadi berlebihan."

    Selain itu, pidato dari Gubernur BoJ, Kazuo Ueda, akan sangat diperhatikan oleh pasar. Investor akan memperhatikan komentar tentang perubahan dalam kebijakan Pengendalian Kurva Imbal Hasil (YCC) dan keluarnya dari kebijakan ultra-dovish.

    GBPJPY mengkonsolidasikan kenaikan yang dicapai dalam 5 hari perdagangan terakhir dan kembali mencatat level tertinggi terbaru nya sejak media Desember 2015 di level 183,97 yang masih berpotensi lanjutkan kenaikan meski saat ini mencatat penurunan.

    GBPJPY bergerak di atas indikator SMA50 untuk tren jangka pendek dan SMA 100 yang menunjukkan tren jangka pendek dan menengah lanjutkan tren Bullish nya dan bergerak selaras tanpa ada adanya persilangan, Kenaikan menembus level level 183,35 membuka peluang BUY pada level 183,50 dengan target profit pada level 183,70/183,80.

    Namun pembalikan arah masih berpotensi terjadi jika pasangan ini koreksi menembus ke bawah level 184,00 peluang SELL pada level 182,87 dengan target profit pada level 182,62/182,35.

    KLIK DISINI
     
  7. Ardian Fariz

    Ardian Fariz New Member

    Equity
    Credit
    Ref Point
    EURUSD berada di kisaran 1,0850 untuk melanjutkan tren penurunan selama tiga hari meski data Retail Sales Jerman positif. Namun, penurunan terbaru pasangan Euro ini juga dapat dikaitkan dengan pemulihan luas dolar AS dalam sesi awal perdagangan di sesi Eropa hari Jumat (30/06/2023).

    Penjualan Ritel tahunan Jerman naik menjadi -3.6% di bulan Mei relatif lebih baik dari perkiraan -4.3% dan laporan sebelumnya. Penjualan bulanan juga naik melampaui perkiraan 0.0% menjadi 0.4%, meski masih di bawah angka sebelumnya 0.8%. Namun, Indeks Harga Impor memberikan sinyal beragam setelah data bulanan membaik menjadi -1.4% meski data tahunan menjadi -9.1%.

    Komentar hawkish dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell, serta Presiden Federal Reserve Atlanta Raphael Bostic, juga tampaknya menghancurkan sentimen pada EURUSD. Selain itu, data Gross Domestic Product (GDP) tahunan AS dan klaim pengangguran awal mingguan yang positif menekan euro lebih lanjut.

    Di sisi lain, kekhawatiran bahwa pemimpin Eropa akan mengukir strategi penurunan risiko terhadap China dan juga mempersiapkan risiko imbas dari Brexit juga tampaknya memberikan tekanan pada EURUSD.

    Selanjutnya, data Indeks Harga Konsumen (CPI) Eurozone untuk bulan Juni akan mendahului data Indeks Harga PCE inti AS untuk bulan Mei, yang akan menjadi perhatian bagi para trader pasangan EURUSD.

    Setelah sempat bertahan di area 1,0870 untuk menghindari harga melewati garis indikator Simple Moving Average 200 (SMA200), EURUSD terseret turun dan perlahan menjauhi indikator tersebut yang menjadi bantalan terakhir peluang rebound EURUSD setelah harga juga jauh di bawah indikator SMA100 dan SMA50. Secara teknis, pergerakan ini seakan mengkonfirmasi pasangan ini berada dalam tren Bearish, melanjutkan penurunan minggu sebelumnya namun berpotensi menutup bulan ini dengan catatan positif dan memulihkan sebagian penurunan bulan sebelumnya.

    Potensi SELL EURUSD dapat dipertimbangkan pada level 1,0830 jika harga menembus ke bawah level 1,0840 yang berpotensi turun menuju level 1,0808 jika menembus level support lainnya 1,0820.

    Sementara pembalikan arah untuk koreksi membuka peluang BUY EURUSD pada level 1,0857 yang berpotensi naik menuju level resistance selanjutnya di 1,0872 hingga ke level 1,0880.

    REGISTRASI DISINI
     
  8. Ardian Fariz

    Ardian Fariz New Member

    Equity
    Credit
    Ref Point
    USDJPY Pertahankan Kenaikan Pasca Data Jepang Yang Beragam

    USDJPY menguat signifikan setelah sempat tertahan di area 144,60 dan terus mencari petunjuk baru untuk mempertahankan kenaikan intraday pada Senin (03/07/2023), mengawali perdagangan minggu ini dengan lesu. Pasangan safe-haven ini membalikkan penurunan sebelumnya dari level tertinggi sejak November 2022 di tengah katalis risiko yang beragam dan data Jepang yang suram.

    Survei Tankan Manufaktur Jepang kuartal kedua (Q2) 2023 tampaknya mendukung kebijakan moneter dovish Bank of Japan (BoJ) yang memperkirakan inflasi yang rendah. Data akhir Jibun Bank Manufacturing PMI Jepang untuk Juni kemungkinan juga membebani USDJPY yang diperkirakan berada di angka 49,8 yang sesuai dengan perkiraan awal.

    Selain itu, kekhawatiran pasar tentang intervensi Jepang menghilang setelah pasangan Yen ini mundur dari level 145,07 di sesi Jumat. Namun, sentimen yang beragam dari kondisi ekonomi China dan sentimen kehati-hatian menjelang data penting minggu ini, termasuk Risalah Pertemuan Kebijakan Moneter Federal Open Market Committee (FOMC) dan laporan data pekerjaan AS, mendorong kenaikan USDJPY.

    Di sisi lain, indeks Harga Konsumsi Pribadi (PCE) AS yang bercampur aduk, yang menjadi parameter inflasi pilihan Federal Reserve yang menunjukkan melambatnya belanja dan inflasi yang rendah, menantang dukungan Ketua Fed Jerome Powell untuk dua kenaikan suku bunga lagi pada tahun 2023 dan mendorong USDJPY mencatat kenaikan.

    Selanjutnya, ISM Manufacturing PMI AS untuk Juni akan melengkapi katalis risiko untuk mengarahkan pergerakan intraday, meski perhatian utama pasar masih akan tertuju pada Risalah pertemuan Fed dan laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS pada akhir pekan ini untuk panduan pasar yang lebih jelas.

    USDJPY terus memperbarui level atas intraday, setelah mengawali perdagangan pekan ini dengan mulus dan mencatat kenaikan signifikan meski sempat tertahan di area 144,60. Pasangan ini terus mempertahankan tren Bullish yang dicatat dalam tiga pekan terakhir yang saat ini bergerak di atas ketiga indikator Simple Moving Average 50, 100, dan 200 yang mengindikasikan tren masih dalam pola Bullish.

    Kondisi ini membuka peluang BUY USDJPY dapat dipertimbangkan pada level 144,90 yang berpotensi naik menuju level 145,05 hingga ke level 145,15. Sementara potensi koreksi USDJPY perlu diwaspadai dengan peluang SELL pada level 144,60 yang berpotensi turun menuju level 144,47 hingga level 144,30.

    DAFTAR DISINI
     
  9. Ardian Fariz

    Ardian Fariz New Member

    Equity
    Credit
    Ref Point
    Ke Mana Minyak Akan Mengalir Pasca OPEC+ Pangkas Produksi?

    Setelah pemangkasan produksi OPEC+, harga minyak mengalami fluktuasi. Pada hari Selasa (04/07/2023), harga minyak naik sedikit, dengan West Texas Intermediate (WTI) mendekati $70 per barel, pulih dari penurunan 1,2% pada sesi sebelumnya ketika pemangkasan produksi diumumkan.

    Produsen utama seperti Arab Saudi dan Rusia telah berupaya untuk mendukung harga dengan mengurangi pasokan. Arab Saudi memperpanjang pengurangan pasokan sepihak sebesar 1 juta barel per hari hingga Agustus, sementara Rusia juga mengumumkan pengurangan baru. Selain itu, Aljazair merencanakan pengurangan yang lebih moderat.

    Meskipun ada upaya ini, harga minyak menghadapi tantangan dan mengalami penurunan sebesar 11% di sepanjang tahun ini. Pandangan makroekonomi yang memburuk di AS, Tiongkok, dan Eropa, bersama dengan pasokan yang cukup dari negara-negara seperti Rusia dan Iran, berkontribusi atas penurunan harga minyak dunia.

    Perlu dicatat bahwa meskipun pasokan OPEC+ telah dikurangi, patokan minyak AS - WTI, tetap berada dalam kondisi contango, yang merupakan pola bearish. Dalam kondisi ini, harga minyak jangka pendek lebih murah daripada harga pengiriman di masa depan. Situasi ini berbeda dengan backwardation, di mana harga jangka pendek lebih tinggi.

    Upaya anggota OPEC+ untuk mendukung harga melalui pemangkasan produksi belum sepenuhnya berhasil, karena kekhawatiran terhadap kemungkinan penurunan ekonomi dan kekhawatiran resesi di dunia Barat terus memengaruhi sentimen pasar minyak.

    Baik Brent maupun WTI mengalami penurunan sejak awal tahun 2023, karena pemulihan yang lambat di Tiongkok dan kekhawatiran tentang kemungkinan resesi ekonomi yang mengaburkan prospek. Kekhawatiran resesi di dunia Barat terus mempengaruhi sentimen pasar minyak.

    Namun, beberapa analis dan bank memperkirakan pasar minyak mentah akan menunjukkan tanda-tanda pengetatan di masa depan. Pergeseran ini dapat dipicu oleh langkah OPEC+, inisiatif AS untuk mengisi kembali Cadangan Strategis Minyaknya, dan peningkatan konsumsi energi di negara importir Asia utama seperti Tiongkok dan India.

    BUAT AKUN
     
  10. Ardian Fariz

    Ardian Fariz New Member

    Equity
    Credit
    Ref Point
    USDCAD Perbarui Level Terendah Intraday Jelang Data PMI Kanada

    USDCAD mencatat penurunan hingga ke level 1,3235 setelah bergerak datar selama sesi Asia. Penurunan terbaru pasangan Loonie ini dapat dihubungkan dengan kenaikan harga barang ekspor utama Kanada, serta indeks dolar AS yang mencatat penurunan.

    Harga minyak mentah WTI menguat ringan di sekitar area $70,50 per barel memperkuat pengumuman terbaru dari Arab Saudi dan Rusia yang kembali memangkas pasokan minyak. Meningkatnya permintaan minyak dari AS dan Tiongkok juga dapat memberikan dukungan kepada harga minyak, karena kedua negara tersebut sedang berusaha mengatasi perbedaan yang terjadi belakangan ini.

    Di sisi lain, dolar AS mencatat level terendah intraday di dekat 102.90, pada hari ini, atas reaksi para pelaku pasar terhadap data Manufacturing PMI AS yang mengecewakan untuk bulan Juni yang dirilis pada hari sebelumnya.

    Libur nasional Amerika Serikat juga memungkinkan pasangan USDCAD mencatat penurunan karena para pelaku pasar menantikan data ekonomi Kanada. Laporan Outlook Bisnis Bank of Canada (BoC) dan data Manufacturing PMI Global S&P untuk bulan Juni akan menjadi hal yang penting untuk diamati guna mendapatkan arah yang jelas.

    Sementara itu, inversi kurva imbal hasil obligasi AS menandakan kekhawatiran tentang resesi dan bergabung dengan kecemasan mengenai hubungan antara Amerika Serikat dan Tiongkok, karena Menteri Keuangan AS, Janet Yellen, berada di Beijing untuk pembicaraan diplomatik, yang dapat mempengaruhi sentimen pasar dan memberikan dukungan bagi harga USDCAD.

    Pasangan USDCAD tidak cukup kuat menahan penurunan setelah melewati sesi Asia dengan konsolidasi hingga menyentuh level terendah intraday sejak pembukaan sesi Eropa. Pasangan ini juga masih bergerak di area bawah rentang harga empat hari terakhir dan tertahan di garis indikator Simple Moving Average 200 (SMA200) indikator tren jangka Panjang, yang menunjukkan tren sideway pasangan ini masih akan berlanjut.

    Namun, jika USDCAD berhasil melewati SMA200, terbuka peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju SMA50 yang menjadi indikator tren jangka pendek dan dapat dijadikan sebagai resistance kuat terdekatnya.

    Skenario ini membuka peluang BUY USDCAD pada level 1,3249 yang berpotensi naik menuju level 1,3265/1,3274. Sebaliknya, jika gagal, menembus SMA200 membuka peluang SELLUSDCAD pada level 1,3228 yang berpotensi turun menuju level 1,3215/1,3208.

    REGISTRASI DISINI
     
  11. Ardian Fariz

    Ardian Fariz New Member

    Equity
    Credit
    Ref Point
    XAUUSD Tertahan Di Bawah 1,930, Pasar Fokus Pada Risalah FOMC

    XAUUSD tertahan di bawah level 1,930 setelah sempat turun mendekati area 1,920 dan kembali naik ke rentang atas intraday. Namun, bullion masih berada di bawah level tertinggi mingguan yang dicapai pada hari Selasa dan saat ini diperdagangkan di area 1,925-1,928.

    Data makroekonomi China yang mengecewakan, bersama dengan memburuknya hubungan AS-China, menahan minat investor terhadap aset berisiko dan memburu emas sebagai safe haven. Indeks PMI Jasa Caixin/S&P Global turun dari 57,1 pada bulan Mei menjadi 53,9 bulan lalu, level terendah sejak Januari.

    Namun, kenaikan XAUUSD kemungkinan akan terbatas mengingat sikap hawkish bank sentral utama, termasuk the Fed yang pada bulan Juni isyaratkan kemungkinan kenaikan biaya pinjaman hingga 50 basis poin pada akhir tahun ini.

    Pasar akan fokus dan memperhatikan laporan pertemuan FOMC yang menjadi petunjuk prospek kebijakan jangka pendek Fed, yang akan menjadi panduan dinamika harga dolar AS dan menentukan arah XAUUSD dalam jangka pendek.

    Setelah konsolidasi di sesi Asia dan turun hingga ke level 1,920 di pembukaan bursa Eropa, XAUUSD menguat kembali ke rentang harga pembukaan sesi Rabu namun tertahan di bawah level resistance penting 1,930. Meski konsolidasi, namun secara tren, logam kuning tersebut masih dalam tren Bullish minggu ini.

    Fokus pasar pada risalah pertemuan FOMC di Juni yang akan dirilis hari ini waktu AS, XAUUSD berpotensi lanjutkan konsolidasinya. Potensi BUY XAUUSD dapat dipertimbangkan pada level 1,935 yang berpotensi naik menuju level 1,960 jika berhasil menembus level resistance terdekatnya di 1,950. Sebaliknya, peluang SELL XAUUSD dapat dipertimbangkan pada level 1,915 yang berpotensi turun ke bawah level 1,900 jika berhasil menembus level psikologis tersebut.

    REGISTRASI DISINI
     
  12. Ardian Fariz

    Ardian Fariz New Member

    Equity
    Credit
    Ref Point
    USDCAD Sentuh Level Tertinggi Baru Tiga Minggu Jelang Data Tenaga Kerja Kanada Dan AS

    Pasangan USDCAD telah menyegarkan level tertinggi tiga minggunya di 1,3375 di sesi London. Pasangan Greenback - Loonie ini mencatat kenaikan luar biasa meski indeks dolar AS melemah, harga minyak yang tinggi, dan ekspektasi satu kenaikan suku bunga lagi dari Bank of Canada (BoC).

    Indeks dolar AS menembus ke bawah level support 103,00, meski pada akhirnya berhasil kembali menguat dan diperkirakan akan tetap bergejolak menjelang rilis data Nonfarm Payrolls (NFP). Pasar memperkirakan, payrolls non pertanian AS pada bulan Juni hanya bertambah 224K tenaga kerja, turun dari kenaikan 339K pada bulan Mei, namun masih pada level yang tinggi. Namun, Tingkat Pengangguran AS diperkirakan turun menjadi 3,6% dari 3,7% di bulan Mei.

    tidak hanya data NFP AS, pasangan USDCAD ini akan dipengaruhi oleh data tenaga kerja Kanada. Para analis memperkirakan sebanyak 19,800 lapangan kerja tercipta di bulan Juni. Sementara tingkat pengangguran Kanada diperkirakan juga akan meningkat dari 5,2% menjadi 5,3%.

    Sementara itu, harga minyak kembali mencetak level tertinggi baru dalam dua minggu terakhir di $72,35 per barel meskipun bank sentral global sedang mempersiapkan siklus kenaikan suku bunga.

    USDCAD lanjutkan tren kenaikan yang dimulai pada sesi Rabu yang pulih dari penurunan di sesi Selasa. Pasangan Greenback Loonie ini dalam tren Bullish yang cukup signifikan yang bergerak di atas Simple Moving Average 200 (SMA200) setelah rebound tajam dari level terendah bulan lalu di 1,3116.

    Penembusan di atas level 1,3390, membuka peluang di level 1,3395 dengan target profit di area 1,3405/1,3418. Jika gagal mempertahankan kenaikan, kemungkinan harga akan kembali turun dan membuka peluang SELL pada level 1,3362 dengan target profit pada level 1,3353/1,3334.

    REGISTRASI DISINI
     
  13. Ardian Fariz

    Ardian Fariz New Member

    Equity
    Credit
    Ref Point
    USDCAD Sentuh Level Tertinggi Baru Tiga Minggu Jelang Data Tenaga Kerja Kanada Dan AS

    Pasangan USDCAD telah menyegarkan level tertinggi tiga minggunya di 1,3375 di sesi London. Pasangan Greenback - Loonie ini mencatat kenaikan luar biasa meski indeks dolar AS melemah, harga minyak yang tinggi, dan ekspektasi satu kenaikan suku bunga lagi dari Bank of Canada (BoC).

    Indeks dolar AS menembus ke bawah level support 103,00, meski pada akhirnya berhasil kembali menguat dan diperkirakan akan tetap bergejolak menjelang rilis data Nonfarm Payrolls (NFP). Pasar memperkirakan, payrolls non pertanian AS pada bulan Juni hanya bertambah 224K tenaga kerja, turun dari kenaikan 339K pada bulan Mei, namun masih pada level yang tinggi. Namun, Tingkat Pengangguran AS diperkirakan turun menjadi 3,6% dari 3,7% di bulan Mei.

    tidak hanya data NFP AS, pasangan USDCAD ini akan dipengaruhi oleh data tenaga kerja Kanada. Para analis memperkirakan sebanyak 19,800 lapangan kerja tercipta di bulan Juni. Sementara tingkat pengangguran Kanada diperkirakan juga akan meningkat dari 5,2% menjadi 5,3%.

    Sementara itu, harga minyak kembali mencetak level tertinggi baru dalam dua minggu terakhir di $72,35 per barel meskipun bank sentral global sedang mempersiapkan siklus kenaikan suku bunga.

    USDCAD lanjutkan tren kenaikan yang dimulai pada sesi Rabu yang pulih dari penurunan di sesi Selasa. Pasangan Greenback Loonie ini dalam tren Bullish yang cukup signifikan yang bergerak di atas Simple Moving Average 200 (SMA200) setelah rebound tajam dari level terendah bulan lalu di 1,3116.

    Penembusan di atas level 1,3390, membuka peluang di level 1,3395 dengan target profit di area 1,3405/1,3418. Jika gagal mempertahankan kenaikan, kemungkinan harga akan kembali turun dan membuka peluang SELL pada level 1,3362 dengan target profit pada level 1,3353/1,3334.

    REGISTRASI DISINI
     
  14. Ardian Fariz

    Ardian Fariz New Member

    Equity
    Credit
    Ref Point
    AUDUSD Turun Tajam Menyusul Data Inflasi Konsumen Tiongkok Stagnan

    AUDUSD terus mencatat penurunan dan menyentuh level terendahnya pada perdagangan Senin (10/07/2023) setelah menembus support krusial 0,6660. Aset pasangan Aussie-Greenback ini berpotensi melanjutkan penurunannya di tengah-tengah hambatan Indeks Harga Konsumen (CPI) Tiongkok yang sangat rendah dan ekspektasi inflasi Amerika yang masih akan tetap tinggi minggu ini.

    Inflasi konsumen bulanan Tiongkok bulan Juni stagnan di angka 0,2%. Inflasi tahunan melambat di 0,2%, angka yang sama dengan rilis sebelumnya. Sementara itu, Indeks Harga Produsen (PPI) tahunan atau inflasi harga produsen, semakin melambat menjadi -5,4% dibanding rilis sebelumnya di angka -4,6%. Harga di tingkat pabrik yang lebih rendah mengindikasikan bahwa permintaan domestik dan ekspor yang sangat rentan.

    Para pembuat kebijakan Fed menjadi tidak nyaman dengan rilis angka upah bulan Juni pada Jumat lalu. Pasalnya, dukungan faktor tenaga kerja untuk Fed terus menaikan suku bunga mereda, dalam mengatasi inflasi tinggi yang mulai mengakar.

    AUDUSD yang terjun bebas setelah gagal melanjutkan kenaikan di sesi Jumat, terus menyentuh level terendah intraday. Bahkan pasangan AUDUSD menembus ke bawah indikator Simple Moving Average 50 (SMA50) dan meski masih berada di area SMA100 di dalam pola Descending Triangle. SMA100 ini dapat dijadikan acuan arah tren selanjutnya. Penembusan di bawah indikator ini yang berlanjut, akan mengkonfirmasi tren penurunan jangka menengah.

    Sehingga penembus di bawah level 0,6650 membuka peluang SELL AUDUSD pada level 0,6635 dan berpotensi melanjutkan penurunan menuju level support 0,6620 hingga ke level 0,6610 yang dapat dijadikan area target profit. Jika pembalikan harga terjadi kembali naik di atas indikator SMA 100, membuka peluang BUY pada level 0,6675 yang berpotensi naik menuju level 0,6680 hingga level 0,6690.

    REGISTRASI DISINI
     
  15. Ardian Fariz

    Ardian Fariz New Member

    Equity
    Credit
    Ref Point
    USDJPY Mendekati Level Terendah Di Hampir Dua Bulan

    USDJPY memperpanjang penurunannya dalam tujuh hari berturut-turut pada perdagangan Jumat ( 14/07/2023) dan menuju ke level terendahnya di hampir dua bulan terakhir, sekitar kisaran 137,25. Spekulasi yang berkembang bahwa Bank of Japan (BoJ) dapat mengubah kebijakan Kontrol Kurva Imbal Hasil (YCC) secepat bulan ini, terus mendukung penguatan yen Jepang.

    Di sisi lain, Federal Reserve (Fed) yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya jika kembali menaikkan suku bunga sebesar 25 bps pada bulan Juli ini, membuat dolar AS semakin tertekan mendekati level terendahnya sejak April 2022 dan berkontribusi pada sentimen aksi jual pasangan USDJPY. Bahkan, para pelaku pasar kini sepertinya yakin bahwa Fed mendekati akhir siklus kenaikan suku bunga.

    Keyakinan ini didorong oleh data CPI AS pada hari Rabu, yang menunjukkan penurunan lebih lanjut dalam harga konsumen, Ditambah dengan Indeks Harga Produsen (PPI) AS yang mencatat kenaikan tahunan terkecil di hampir tiga tahun pada bulan Juni. Hal ini menyebabkan penurunan tajam baru-baru ini dalam yield obligasi pemerintah AS dan menyempitkan selisih suku bunga AS - Jepang dan mendukung penguatan yen Jepang.

    USDJPY berada dalam tren penurunan mingguan terburuknya sejak November 2022 dan latar belakang fundamental yang cenderung mendukung para aksi jual pada pasangan mata uang ini. Para pelaku pasar saat ini menantikan rilis Indeks Sentimen Konsumen AS preliminer University of Michigan untuk mendapatkan beberapa dorongan pada hari terakhir minggu ini.

    USDJPY lanjutkan tren bearish dalam tujuh hari berturut-turut menuju level terendah yang terakhir disentuh hampir dua bulan yang lalu. Penurunan ini dikonfirmasi dengan indikator Relative Strength Index 100 dalam time frame H2 yang menuju area oversold.

    Penurunan lebih lanjut menembus ke bawah level 137.50 membuka peluang SELL USDJPY pada level 137,30 yang berpotensi turun menuju support psikologis 137.00, yang jika kembali ditembus ke bawah akan membawa USDJPY menuju level 136.65.

    Sementara koreksi penurunan ini membuka peluang BUY USDJPY pada level 137,85 yang berpotensi naik menuju level 138.00 hingga level 138,25.

    REGISTRASI DISINI
     
  16. Ardian Fariz

    Ardian Fariz New Member

    Equity
    Credit
    Ref Point
    USDCAD Menuju Level 1,3100 Di Tengah Penurunan Persisten Dolar AS

    USDCAD berada di bawah tekanan penurunan di sekitar area 1,3100, level terendah dalam 10 bulan pada sesi Eropa. Pasangan ini tetap tertekan setelah data inflasi AS yang lemah pada minggu ini. Di sisi lain, dolar AS kembali tertekan setelah data inflasi AS yang lemah pada awal minggu ini. Indeks dolar AS mencapai level terendahnya sejak April 2022, yaitu di bawah 100,00.

    Bank of Canada (BoC) yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,0% dalam pertemuan kebijakan Juli mereka pada hari Rabu dan sikap Gubernur BoC, Tiff Macklem terkait kenaikan suku bunga tambahan, ditambah dengan kenaikan harga minyak mentah baru-baru ini ke level tertinggi dalam tiga bulan, terus mendukung dolar Kanada.

    Inflasi konsumen (CPI) tahunan AS turun menjadi 3,0% pada bulan Juni dari 4,0% pada bulan Mei, di bawah harapan pasar sebesar 3,1%, sementara inflasi produsen (PPI) hanya naik 0,1%, terendah sejak Agustus 2020. Tekanan inflasi ekonomi AS yang melambat dan Federal Reserve yang kemungkinan tidak akan agresif dalam menerapkan kebijakan moneter setelah kenaikan suku bunga yang diharapkan dalam pertemuan mendatang pada tanggal 26 Juli, menyebabkan penurunan yield obligasi pemerintah AS dan memberikan tekanan pada Dolar AS serta USDCAD.

    Selanjutnya, data Sentimen Konsumen Preliminary University of Michigan AS yang dijadwalkan akan dirilis nanti pada hari ini, akan menjadi fokus pasar, yang kemudian pasar akan mengalihkan fokus pada laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) Kanada minggu depan. Para trader akan mencari petunjuk arah dari data tersebut.

    USDCAD berupaya menuju pemulihan dari penurunan beruntun dalam tiga hari terakhir dari level tertinggi bulan ini di area 1,3265 dan saat ini hanya bergerak dalam rentang terbatas dan cenderung sideway. Kelanjutan tren penurunan yang relatif moderat ini terlihat dengan pergerakan indikator Relative Strenght Index yang bergerak di di bawah garis 50 dan di atas garis 30 yang menandakan area moderat berbias bearish.

    Hal ini berpotensi membuka peluang SELL USDCAD pada level 1,3090 jika pasangan ini kembali melanjutkan penurunan menembus level support kuat saat ini di level 1,3100 yang berpotensi turun menuju level 1,3084 hingga ke level 1,3065. Potensi rebound ringan untuk pulih dari tren penurunan pekan ini membuka peluang BUY pada USDCAD pada level 1,3125 dengan target selanjutnya pada level 1,3136.

    REGISTRASI DISINI
     
  17. Ardian Fariz

    Ardian Fariz New Member

    Equity
    Credit
    Ref Point
    Pound Sterling Terseret Data Inflasi Konsumen Inggris Yang Lebih Rendah Dari Perkiraan

    GBPUSD melewati pergerakan searah turun di bawah level support psikologis 1,3000 terseret oleh data Inflasi konsumen Inggris turun dari laporan sebelumnya bahkan lebih rendah perkiraan.

    Data Kantor Statistik Nasional Inggris (ONS) menunjukkan Indeks Harga Konsumen (CPI) tahunan Inggris naik 7,9% pada bulan Juni, turun tajam dari kenaikan 8,7% yang tercatat di bulan Mei dan lebih rendah dari perkiraan pasar 8,2%. Sementara, CPI Inti (tidak termasuk makanan dan energi yang tidak stabil) masih tumbuh 6,9% pada tingkat tahunan di bulan lalu, menyusul kenaikan 7,1% di bulan Mei namun masih lebih rendah dari perkiraan 7,1%.

    Penurunan GBPUSD, mengiirngi indeks dolar AS yang tengah berusaha untuk pulih kembali mencapai level resistensi psikologis 100,00 dan menguat meskipun pertumbuhan Penjualan Ritel AS tidak sesuai dengan harapan, yang hanya tumbuh 0,2% pada bulan Juni, lebih rendah dari kenaikan 0,5% yang diharapkan oleh pasar. Perlambatan inflasi AS, kondisi pasar tenaga kerja yang longgar, dan permintaan ritel yang moderat bisa membuat Federal Reserve (Fed) mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunga hanya sekali lagi tahun ini.

    Tekanan inflasi di Inggris melunak lebih dari yang diharapkan oleh pasar, didukung oleh penurunan harga barang dan jasa di tingkat produsen serta kebijakan moneter yang agresif dari para pembuat kebijakan BoE. Namun, investor masih waspada terhadap apakah Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak akan mampu memenuhi janjinya untuk mengurangi inflasi menjadi setengahnya pada akhir tahun ini menjelang kemungkinan pemilihan umum pada 2024.

    Pound Sterling tergelincir tajam di bawah level support psikologis 1,3000 seiring tekanan inflasi Inggris yang melambat dan itu di luar ekspektasi. GBPUSD saat ini masih menunjukkan penurunan, melanjutkan tren penurunan dalam pekan ini dan tertahan di bawah garis Simple Moving Average 100 (SMA100) dalam upaya pulih dari penurunan hari ini. GBPUSD saat ini berada di sekitar level 1,2850. Penurunan aset ini juga diperkuat oleh Relative Strength Index (RSI) Periode 14 yang menembus garis 50.

    Koreksi rebound GBPUSD menembus ke atas level 1,2950 membuka peluang BUY pada level 1,2960 yang berpotens naik menuju level 1,2990 dan mencoba untuk kembali menembus naik ke atas level 1,3000. Namun, jika gagal untuk pulih, membuka peluang SELL pada level 1,2932, jika pasangan ini kembali turun menembus ke bawah level 1,2940 dengan target profit pada level 1,2910 hingga level 1,2905.

    REGISTRASI DISINI
     
  18. Ardian Fariz

    Ardian Fariz New Member

    Equity
    Credit
    Ref Point
    AUDUSD melonjak Setelah Data tenaga Kerja Australia Cukup Solid

    Pasangan AUDUSD mengambil tawaran beli untuk mencetak level tinggi intraday pada perdagangan Kamis (20/070/2023) di sekitar 0,6825 sementara membukukan lonjakan hingga 25 pip pada laporan pekerjaan Australia yang optimis untuk bulan Juni. Menambah kekuatan pada pergerakan naik pasangan Aussie bisa menjadi kegagalan dolar AS untuk mempertahankan pemulihan dua hari dari level terendah 15 bulan di tengah petunjuk beragam tentang Federal Reserve AS (Fed) dan Tiongkok. Sehingga, pasangan Aussie paling lambat mencetak kenaikan harian pertama dalam lima sesi.

    Perubahan Ketenagakerjaan utama Australia naik 32,6 ribu versus 15 ribu yang diharapkan dan 75,9 ribu sebelumnya sedangkan Tingkat Pengangguran turun menjadi 3,5% dibandingkan dengan perkiraan pasar untuk tetap tidak berubah di 3,6%.

    Selanjutnya, berita utama tentang Tiongkok dan Fed akan sangat penting untuk menentukan pergerakan AUDUSD jangka pendek sementara Klaim Pengangguran Awal AS dan Penjualan Rumah yang ada akan dinantikan pasar malam ini.

    AUDUSD melonjak naik, kembali ke area netral menembus Pivot harian dan R1 hingga mencetak level high pagi ini di 0.6840. Ada potensi kenaikan berlanjut hingga R2 0.6849 dan sentimen bullish akan intensif jika AUDUSD terus bergerak naik menembus ke atas R2. Target bullish berada di 0.6870.

    Gerak koreksi sementara berpeluang membawa AUDUSD menguji support R1 0.6890.

    Kami sarankan untuk melakukan BUY limit dekat R1 dengan level stop di 0.6780 dan level target di R2. Sebagai alternatif, BUY stop 0.6850 dengan level target di 0.6870.

    REGISTRASI DISINI
     
  19. Ardian Fariz

    Ardian Fariz New Member

    Equity
    Credit
    Ref Point
    Discover a world of boundless financial opportunities with FBS, the epitome of excellence in the brokerage arena. Unveil a universe where innovation meets precision, and success becomes an inevitable reality. Our dedication to perfection shines through our cutting-edge technology, tailor-made trading solutions, and personalized support, ensuring you have the tools you need to conquer the markets with confidence. Trust in FBS to be your unwavering companion on your journey to financial excellence.

    At FBS, we don't just provide brokerage services; we forge meaningful partnerships with our clients, working together to achieve greatness. Empowering you with top-tier trading platforms, extensive market insights, and a comprehensive educational ecosystem, we pave the way for your financial success. Whether you are a seasoned trader or a newcomer to the world of finance, FBS is your reliable partner in prosperity, dedicated to nurturing your growth and amplifying your potential.

    Elevate your trading journey with FBS, the ultimate destination for traders seeking unmatched experiences. Embark on a transformative adventure, empowered by the latest trading tools and a diverse array of assets. Leave no stone unturned as you leverage FBS's expert support, honing your skills and seizing opportunities that lead to financial triumph. Step into a world where your trading goals become a reality, and success becomes second nature.

    Experience trading like never before with FBS, the brokerage that redefines industry standards. Our commitment to excellence sets us apart, elevating your trading game to new heights. Benefit from seamless executions, an extensive product range, and cutting-edge analysis tools, all designed to optimize your trading experience. Trust in FBS to revolutionize the way you trade and lead you on a path to consistent success.

    A world of financial opportunity awaits at FBS, where we believe your financial future starts with us. Fuel your dreams with our diverse range of assets, world-class trading platforms, and personalized guidance from industry experts. We are more than just a brokerage; we are the catalyst for your growth and prosperity. Embrace the FBS experience and watch as your financial aspirations take flight. Your success story begins here, with FBS.

    FBS, Forex Brokerage, Financial Markets, Reliable FBS Broker, Trusted Forex Broker, Forex Trading, Online Trading, FBS Services, FBS MT4, MetaTrader 5, Trading Platforms, Cryptocurrency Trading, CFDs, FBS Leverage, FBS Education, Market Analysis, Expert Advisors, FBS Affiliate Program, Partnership Opportunities, Cent Account, ECN Account, VIP Account, FBS Deposit Methods, Withdrawal Options, Mobile Trading, WebTrader, FBS Support, FBS Regulation, Safety, Compliance, Scalping, Hedging, Risk Management, FBS Account Types, Services Offered, Forex Trading Solutions, FBS Features, Best Forex Broker, FBS Review, FBS Bonus, Promotions, Offers, Forex News, FBS Updates, Market Insights, Trading Instruments, Assets, FBS Pairs, FBS, Spreads, Competitive Fees, Forex Signals, FBS Analysis, Tips, FBS Training, Educational Resources, FBS Trading Community, Forums, FBS Demo Account, Practice Trading, FBS Registration, Account Opening, FBS Mobile App, Trading On-the-Go, FBS MetaTrader, Trading Software, FBS Partnership, Referral Program, Forex Broker Reviews, FBS Testimonials, FBS Awards, Recognitions, Achievements, FBS Global Presence, International Broker

    REGISTER HERE
     
  20. Ardian Fariz

    Ardian Fariz New Member

    Equity
    Credit
    Ref Point
    USDJPY Tembus Ke Atas Level 141,00 Di Tengah Fokus Pasar Pada Keputusan Suku Bunga BoJ

    USDJPY menarik sentimen Buy dan naik di atas 141,20 di tengah perbedaan kebijakan moneter, yang masih mewarnai dinamika pasar, antara kebijakan moneter ultra longgar BoJ dan kebijakan pengetatan Fed, sehingga menarik Yen Jepang kembali melemah terhadap mata uang utama lainnya.

    Federal Reserve (Fed) diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) minggu depan. Namun, kemungkinan adanya kenaikan suku bunga lanjutan sebelum akhir tahun juga meningkat setelah laporan terbaru, menyusul data terbaru klaim tunjangan pengangguran AS yang positif dan pada gilirannya memperkuat Dolar AS.

    Di sisi Yen Jepang, neraca perdagangan Jepang secara tak terduga berubah menjadi surplus pertama kali sejak Juli 2021, meringankan tekanan pada pemulihan ekonomi. Surplus perdagangan Jepang mencapai ¥43 miliar.

    Gubernur Bank of Japan (BoJ), Kazuo Ueda, kemungkinan besar akan tetap menjaga kebijakan ultra longgar nya meski pasar mengharapkan beliau keluar dari kebijakan tersebut dan penyesuaian kebijakan BoJ's Yield Curve Control (YCC). Hal ini menjadi penyebab pelemahan Yen Jepang terhadap mata uang utama lainnya karena adanya perbedaan kebijakan moneter.

    Para pelaku pasar saat ini fokus pada keputusan suku bunga Bank of Japan (BoJ) yang dijadwalkan pada minggu depan. Gubernur BoJ, Kazuo Ueda, diperkirakan akan mempertahankan sikap kebijakan dovish-nya untuk menjaga inflasi tetap stabil di sekitar 2%.

    Pasangan safe haven USDJPY ini terus mencatat kenaikan dan menuju level 141,00 setelah menembus indikator Simple Moving Average 50 jauh di atas level SMA 100 dan SMA 200. Kenaikan ini tampak semakin meyakinkan dengan indikator Relative Strenght Index berhasil bergerak di atas garis 50 yang menunjukkan konsolidasi.

    Berlanjutnya kenaikan indeks dolar AS berpotensi mendorong pasca ini dan membuka peluang BUY USDJPY pada level 142,10 dengan target profit pada level 142,30 hingga level 142,40. Potensi koreksi akan membuka peluang SELL USDJPY pada level 141,60 dengan target profit pada level 141,50 hingga level 142,40.

    REGISTRASI DISINI
     

Share This Page