1. This site uses cookies. By continuing to use this site, you are agreeing to our use of cookies. Learn More.
  2. Welcome back! Thank you for being a part of this Traders Community. Let's discuss and share :)
    Selamat datang kembali! Trimakasih telah menjadi bagian dari Komunitas Trader ini. Mari berdiskusi dan berbagi :)
    Dismiss Notice

Berita Fundamental Harian

Discussion in 'Berita dan Analisa Fundamental' started by Darren, 06 Mar 2015.

  1. Darren

    Darren Member Credit Hunter

    Equity
    Credit
    Ref Point
    Wall Street Bergerak Mixed, Namun Indeks Mencatat Penguatan Bulanan

    Bursa saham AS menunjukkan performa mixed pada hari Kamis, seiring laporan ekonomi yang solid menambah ketidakpastian outlook suku bunga The Fed, setelah data ekonomi menunjukkan pelambatan ekonomi AS di kwartal pertama. Ketiga indeks acuan utama membukukan penguatan bulanan tipis di bulan April. Selama bulan April, Dow hanya menguat 0.4 persen, sementara S&P500 naik 0.9% dan Nasdaq naik 0.8%. Namun saham Apple merosot 2.7% ke level $125.15 dan menjadi emiten dengan performa terburuk yang menyeret Dow, S&P500 dan Nasdaq, akibat langkah perusahaan yang membatasi ketersediaan Apple Watch, setelah komponen kunci produk tersebut diketahui cacat. Data ekonomi menunjukkan bahwa klaim tunjangan penganggur AS membaik ke level terendahnya dalam 15-tahun terakhir di pekan lalu, mengindikasikan bahwa perekonomian semakin membaik. Sementara inflasi mulai mendekati target Federal Reserve di level 2% untuk 35 bulan berturut-turut.
     
  2. Darren

    Darren Member Credit Hunter

    Equity
    Credit
    Ref Point
    Emas Merosot 2% Pasca Data Tenaga Kerja AS

    Emas merosot sekitar 2% pada hari Kamis setelah data tenaga kerja AS yang lebih baik dari ekspektasi, menghidupkan kembali spekulasi kenaikan suku bunga lebih cepat oleh Federal Reserve, yang mendorong investor melakukan aksi jual terhadap emas. Data yang dirilis pada hari Kamis menunjukkan klaim tunjangan pengangguran turun sebanyak 34.000 menjadi 262.000 pada pekan yang berakhir 24 April, menjadi yang terendah sejak bulan April 2000. Data terpisah menunjukkan belanja konsumen AS naik 0,4% pada bulan Maret, setelah naik 0,2% di bulan Februari, sementara aktivitas manufaktur wilayah Chicago naik lebih tinggi dari ekspektasi di bulan April.
     
    • Like Like x 1
  3. Darren

    Darren Member Credit Hunter

    Equity
    Credit
    Ref Point
    Minyak Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak 2009

    Minyak mentah menguat pada hari Kamis dan mencatat kenaikan 25% di bulan April, yang merupakan kenaikan bulanan terbesar dalam hampir 6 tahun terakhir. Kenaikan pada hari Kamis dipicu turunnya persediaan minyak untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan terakhir di Cushing Oklahoma yang merupakan pusat pengiriman minyak AS. Penurunan tersebut memunculkan ekspektasi persediaan dan produksi minyak AS akan segera menurun. Namun sebagian analis bersikap skeptis terhadap berlanjutnya rally minyak akibat data pertumban ekonomi AS yang mengecewakan di kuartal pertama, serta OPEC yang tidak akan menurunkan produksinya
     
    • Like Like x 1
  4. Darren

    Darren Member Credit Hunter

    Equity
    Credit
    Ref Point
    Sterling Merosot Pasca Kejutan Data Manufaktur
    Poundsterling melemah terhadap pasangan mata uangnya setelah lembaga riset domestik mengejutkan pasar dengan laporan penurunan indeks manufaktur di bulan April. Outlook pesimis terhadap perekonomian Inggris oleh 600 manajer pembelian menjadi menambah beban Sterling yang kini kembali mencemaskan pemilu yang akan dilaksanakan kurang dari sepekan. Markit melaporkan hasil survei PMI Manufaktur Inggris di bulan April turun ke level 51.9, mengecewakan ekspektasi kenaikan 54.6 para analis yang disurvei Reuters. Laporan bulan Maret juga direvisi turun dari 54.4 menjadi 54. Aktivitas perindustrian Inggris kesulitan berkompetisi di pasar internasional seiring tingginya nilai tukar Pound Sterling membuat produk menjadi lebih mahal bagi konsumen asing serta adanya perlambatan pereknonomian
    global.
     
  5. Darren

    Darren Member Credit Hunter

    Equity
    Credit
    Ref Point
    Aussie Abaikan Kenaikan PPI

    Dollar Australia tertekan tingginya spekulasi pemangkasan suku bunga di Australia dan kembali melemahnya harga bijih besi. Data manufaktur China, pasar utama Australia, yang
    sedikit lebih baik dari prediksi, juga gagal memukau Aussie. Perdagangan Aussie dibayangi semakin bertumbuhnya spekulasi Reserve bank of Australia (RBA) akan memangkas suku bunga ke rekor terendah 2% saat rapat tanggal 5 Mei pekan depan. Aussie juga mengacuhkan data Producer Price Index (PPI) yang naik dari pertumbuhan 0,1% di akhir kuartal tahun 2014 menjadi peningkatan 0,5% di kuartal pertama serta mengungguli ekspektasi kenaikan 0,2%.
     
  6. Darren

    Darren Member Credit Hunter

    Equity
    Credit
    Ref Point
    Data Ekonomi Positif, Dollar Kembali Optimis

    Dollar menyentuh level tinggi 2-pekan terhadap yen pada hari Jumat dan pulih dari level rendah 2-bulan terhadap sejumlah mata uang utama, ditopang oleh sinyal bahwa perekonomian AS mulai stabil pasca perlambatan belakangan ini. Meski data ekonomi AS dirilis mix pada hari Jumat, dengan sejumlah pelemahan pada sektor manufaktur dan konstruksi, hal tersebut tidak menghentikan investor untuk membeli dollar yang sudah berada dalam kondisi oversold. Yield obligasi tenor 30-tahun dan 10-tahun di AS menyentuh level tinggi 7-pekan, turut menopang nilai tukar greenback. Dollar mulai mendapatkan momentum pada hari Kamis pasca dirilisnya data ekonomi yang lebih positif. Sinyal
    pemulihan pasar tenaga kerja dengan turunnya jumlah klaim pengangguran, kenaikan tingkat upah bersama dengan aktivitas bisnis di kawasan Midwest, semuanya membuat investor kembali beralih pada greenback.
     
  7. Darren

    Darren Member Credit Hunter

    Equity
    Credit
    Ref Point
    Laju Pertumbuhan Sektor Manufaktur AS Masih Lemah

    Sektor manufaktur AS bertumbuh dengan laju paling lemah dalam hampir selama 2 tahun di bulan April, memicu pabrik-pabrik untuk menghentikan perekrutan seiring menantikan kenaikan permintaan di AS dan luar negeri. PMI sektor manufaktur oleh Institute for Supply Management tidak berubah pada 51.5, level terendah sejak Mei 2013, menurut laporan
    grup yang bermarkas di Tempe, Arizona tersebut hari Jumat. Angka di atas 50 mensinyalkan ekspansi, namun data bulan April lebih rendah dari estimasi kenaikan menjadi 52.
     
  8. Darren

    Darren Member Credit Hunter

    Equity
    Credit
    Ref Point
    Terbebani Kinerja Lemah Wall St., Asia Berakhir Mixed

    Saham Asia berakhir mixed pada hari Jumat seiring investor bereaksi terhadap beberapa data ekonomi dari Jepang dan China, dengan aksi jual di Wall Street sesi sebelumnya turut membebani. Volume juga tipis pada hari perdagangan terakhir minggu ini, seiring libur Labor Day di sebagian besar pasar Asia. Data yang dirilis sebelum pembukaan pasar menunjukkan inflasi konsumen Jepang tumbuh 2,2% pada bulan Maret, melampaui estimasi kenaikan 2,1%. Di China, PMI manufaktur stabil di 50,1 pada bulan April sementara PMI jasa turun menjadi 53,4 dari 53,7 pada bulan Maret. Nikkei225 Jepang berhasil rebound dari level terendah 4-minggu untuk ditutup naik tipis 0,05% seiring data domestik yang lebih baik dari perkiraan mengimbangi sentimen negatif yang ditularkan Wall Street. Para trader juga terlihat mengurangi eksposur mereka menjelang akhir pekan panjang, dimana pasar Jepang akan ditutup sampai 6 Mei untuk liburan Golden Week.
     
  9. Darren

    Darren Member Credit Hunter

    Equity
    Credit
    Ref Point
    FTSE 100 Menguat, Saham Lloyds Naik Melesat Lebih Dari 5%

    Bursa saham Inggris ditutup menguat pada hari Jumat, sementara mayoritas bursa saham Eropa lainnnya libur memperingati Hari Buruh. Data ekonomi yang dirilis dari Inggris menunjukkan indeks aktivitas manufaktur bulan April lebih rendah ekspektasi dan bulan sebelumnya. Saham Lloyds melesat lebih dari 5%, menjadi saham berkinerja terbaik di
    FTSE 100. Rally Lloyds terjadi setelah bank tersebut melaporkan laba sebelum pajak di kuartal pertama naik sebesar 21%. Indeks FTSE 100 ditutup menguat 0,4% menjadi 6985,95. FTSE 100 selama bulan April menguat 2,8% ditopang oleh kenaikan saham sektor energi setelah harga minyak mentah mencapai level tertinggi 2015.
     
  10. Darren

    Darren Member Credit Hunter

    Equity
    Credit
    Ref Point
    Wall Street Rebound Dari Aksi Selloff Sehari Sebelumnya

    Bursa saham AS terkerek naik di hari Jumat, melambung dari kejatuhan tajam sehari sebelumnya. Namun meski diikuti penguatan harian, performa bursa AS secara mingguan masih di teritori negative, sebagian besar disebabkan aksi sell off yang sangat tajam pada hari Kamis kemarin. Katalis negative bursa saham AS masih dipicu oleh data ekonomi yang mixed. Laju
    earnings korporat Q1 dirilis lebih baik dibanding estimasi. Dari 360 perusahaan di S&P500 yang telah melaporkan earnings, laba Q1 masih dalam jalur pelemahan -0.4% dibanding tahun sebelumnya, dimana angka ini lebih baik dibanding perkiraan analis atas penurunan laba -4.7%, sebagian besar disebabkan kekhawatiran penguatan Dollar dan penurunan harga minyak. Indeks S&P 500 naik 1,1% menjadi 2108,29, dalam sepekan turun 0,4%. Dow Jones menguat 1% menjadi 18024,06, namun melemah 0,3% selama sepekan. Nasdaq
    menambah 1,3% menjadi 5005,39, dengan penurunan mingguan sebesar 1,7%.
     
  11. Darren

    Darren Member Credit Hunter

    Equity
    Credit
    Ref Point
    Penguatan Dollar Antarkan Emas ke Level Terendah 6 Pekan

    Emas turun ke level terendah enam pekan akibat dollar yang kembali menguat merespon data ekonomi AS dan sentimen investor terhadap ekspektasi kenaikan suku bunga di AS dalam jangka panjang. Emas menyentuh level tertinggi sejak awal April pada kisaran $1.215 di pekan ini, namun gagal mempertahankan penguatan setelah Federal Reserve
    mengatakan melambatnya pertumbuhan ekonomi AS di kuartal pertama hanya bersifat sementara, dan tetap memproyeksikan kenaikan suku bunga di tahun ini. Pada hari Kamis emas merosot lebih dari 2% membuat logam mulia tersebut mencatat penurunan bulanan sebesar 0,1%. Kemerosotan tersebut merespon tingkat klaim tunjangan pengangguran AS turun lebih besar dari ekspektasi
     
  12. Darren

    Darren Member Credit Hunter

    Equity
    Credit
    Ref Point
    Pernyataan Irak Lemahkan Minyak

    Minyak melemah pada hari Jumat, tertekan oleh Irak yang mengatakan tingkat ekspor akan naik ke level tertinggi 30 tahun, disaat yang sama produksi dari Organization of the Petroleum Exporting Countries masih berada pada level tertinggi sejak akhir tahun 2012. Harga minyak melemah setelah sebelumnya mencatat penguatan bulanan terbesar dalam hampir enam tahun terakhir, namun tetap mencatat penguatan dalam tujuh pekan beruntun. Minyak memangkas pelemahan hari Jumat setelah laporan mingguan dari perusahaan Baker Hughes menunjukkan masih berlanjutnya penurunan jumlah rig yang beroperasi di AS. Jumlah rig yang beroperasi telah turun dalam 21 pekan beruntun, pada pekan ini jumlah rig yang aktif berkurang sebanyak 21 menjadi 679, dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebanyak 1.527.
     
  13. Darren

    Darren Member Credit Hunter

    Equity
    Credit
    Ref Point
    Sektor Manufaktur Tahan Euro Dekat Level Terendah Harian

    Perlambatan di sektor manufaktur area Euro di bulan April mengantar Euro ke level terendah harian terhadap Dollar AS. Secara keseluruhan indeks manufaktur di zona Euro direvisi naik menjadi 52 dari level 51.0, namun masih lebih rendah dari level tertinggi 10-bulan 52.2. Meskipun lebih rendah, hasil survei yang berada di atas level 50 masih menandakan
    outlook pertumbuhan. Sementara itu, negara-negara utama zona Euro menunjukkan performa beragam. Manufaktur Italia dan Spanyol masih konstan bertumbuh di bulan April. Namun sektor manufaktur negara perekonomian terbesar zona Euro, Jerman, sedikit melambat di bulan April, menjauhi level tinggi 11-bulan yang diraihnya di bulan Maret.
     
  14. Darren

    Darren Member Credit Hunter

    Equity
    Credit
    Ref Point
    Gain Aussie Terbatasi Perlambatan Manufaktur China

    Aussie menguat tipis terhadap Greenback setelah sebelumnya sempat terpukul kecemasan perlambatan di China, negara rekan dagang utama Australia, walau pasar properti Australia pulih di bulan Maret. PMI Manufaktur China hasil survei HSBC melambat menjadi 48.9 di bulan April dari 49.2 di bulan sebelumnya, mengecewakan ekspektasi kenaikan menjadi 49.4.
    Sinyal perlambatan di China menghapus penguatan Aussie dari rebound pasar properti Austaralia. Biro statistik Australia melaporkan peningkatan 2,8% izin pembangunan di bulan Maret, mematahkan ekspektasi penurunan 2%.
     
  15. Darren

    Darren Member Credit Hunter

    Equity
    Credit
    Ref Point
    Dollar Tampil Kokoh di Tengah Sepinya Pasar

    Dollar nampak kokoh pada hari Senin dalam sesi perdagangan yang sepi pasca pelemahan selama 2 pekan terkait data yang menunjukkan perekonomian AS mungkin mulai stabil pasca pelemahan di kuartal pertama. Greenback diperdagangkan dalam range sempit terhadap mata uang utama seiring sesi perdagangan sepi mengingat ditutupnya pasar di Inggris dan Jepang. Indeks spot dollar meraih kenaikan data pesanan pabrik domestik naik sebesar 2.1%, sesuai perkiraan di bulan Maret. Bagaimanapun juga, pasar masih ragu terhadap pasar tenaga kerja AS dan apakah data payrolls hari Jumat nanti akan pulih dari perlambatan bulan Maret dan apakah data tersebut dapat menguatkan peluang kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve tahun ini, yang mana telah menjadi faktor pemicu rally bullish dollar belakangan ini.
     
  16. Darren

    Darren Member Credit Hunter

    Equity
    Credit
    Ref Point
    Tingkat Pesanan Pada Pabrik di AS Naik Tajam

    Tingkat pesanan baru untuk barang pabrik di AS mencetak kenaikan terbesar dalam 8 bulan pada bulan Maret, terdorong naik oleh permintaan alat transportasi, namun trend saat ini masih lemah akibat penguatan dollar. Departemen Perdagangan pada hari Senin mengatakan pesanan baru untuk barang-barang pabrik naik sebesar 2.1%, kenaikan terbesar sejak Juli tahun lalu, pasca revisi penurunan sebesar 0.1% di bulan Februari. Ekonom memperkirakan kenaikan sebesar 2.0% dibulan Maret menyusul kenaikan sebesar 0.2% sebelum direvisi di bulan Februari. Tingkat pesanan di luar transportasi flat di bulan maret setelah naik sebanyak 0.1% di bulan Februari.
     
  17. Darren

    Darren Member Credit Hunter

    Equity
    Credit
    Ref Point
    Data China Naikkan Harapan Stimulus, Bursa Asia Variatif

    Bursa saham Asia berakhir variatif pada hari Senin, data ekonomi yang lebih buruk dari China memicu spekulasi pemerintah Beijing akan merilis stimulus lebih lanjut untuk memacu perekonomian yang melambat. Perdagangan pada hari Senin sepi akibat liburnya pasar Jepang, Malaysia, dan Thailand. Indeks Hang Seng Hong Kong bergerak fluktuatif dan berakhir
    flat pada level 28123,82. Indeks Kospi (KS11) Korea Selatan menghentikan penurunan lima sesi beruntun setelah menguat 0,24% menjadi 2123,23, sementara indeks Kospi (KS200) naik 0,34% menjadi 267.33. Bursa Korsel akan kembali libur pada hari Selasa memperingati Hari Anak, setelah pada Jumat lalu libur memperingati Hari Buruh.
     
  18. Darren

    Darren Member Credit Hunter

    Equity
    Credit
    Ref Point
    Bursa Saham Eropa Menguat, FTSE Libur

    Bursa saham Eropa menguat pada hari Senin, meski bursa saham Inggris libur. Angka akhir indeks aktivitas manufaktur zona euro di bulan April naik menjadi 52,0 dari rilis awal sebesar 51,9, namun masih di bawah angka pada bulan Maret sebesar 52,2. Yunani masih menjadi fokus menyusul berlanjutnya negosiasi dengan pihak kreditur pada hari Minggu. Dow Jones melaporkan negosiasi berhasil mengalami kemajuan dan kesepakatan kemungkinan akan tercapai di bulan ini atau Juni. Pertemuan penting selanjutnya antara Yunani dengan krediturnya berlangsung pada 11 Mei di pertemuan Eurogroup. Indeks DAX Jerman memimpin penguatan, naik 1,44% menjadi 11619,85. Indeks CAC Perancis menguat 0,7% menjadi 5081,97
     
  19. Darren

    Darren Member Credit Hunter

    Equity
    Credit
    Ref Point
    Wall Street Terkerek Naik Paska Laporan Earnings

    Indeks saham AS menguat untuk dua hari berturut di hari Senin, mendorong S&P500 mendekati level all time high seiring laporan earnings yang naik melampaui estimasi ditambah reli bursa saham Eropa dan China menambah sentimen positif. Delapan dari 10 sector indeks S&P500 menguat di hari Senin. Penguatan terbesar tampak di saham sektor perlatan, sebesar 1%, diikuti penguatan saham sektor keuangan sebesar 0.9%. Para investor masih mencermati laporan laba korporat sepanjang Q1, termasuk 372 laporan laba emiten dari indeks S&P500 yang masih dalam jalur pertumbuhan laba 0.1% sepanjang Q1, lebih baik dibanding ekspektasi -4.6%. Sementara laju penjualan masih dalam jalur penurunan -2.6% sejalan dengan ekspektasi. Indeks S&P 500 naik 6,20 poin atau 0,3% menjadi 2114,49. Dow Jones menambah 46,34 poin atau 0,3% menjadi 18070,40. Nasdaq menguat 11,54 poin atau 0,2% menjadi 5016,93.
     
  20. Darren

    Darren Member Credit Hunter

    Equity
    Credit
    Ref Point
    Emas Rebound Dari Level Terendah 6 Pekan

    Emas menguat sekitar 1% pada hari Senin, naik dari level terendah enam pekan akibat lemahnya data manufaktur China dan pelemahan dollar di awal perdangan. Meski demikian kehati-hatian terhadap waktu kenaikan suku bunga di AS membuat emas diperdagangkan dalam range sempit. Pada hari Jumat, spot emas melemah ke level $1.170,20 per ons, terendah sejak 20 Maret setelaH Federal Reserve mengatakan pelambatan ekonomi AS hanya bersifat sementara dan tetap aka menaikkan suku bunga di tahun ini. Presiden The Fed Chicago, Charles Evans, pada hari Senin menegaskan keyakinannya bahwa The Fed tidak akan menaikkan suku bunga sampai awal tahun 2016. Tingkat suku bunga yang lebih tinggi akan mendorong penguatan dollar dan memberikan tekanan bagi komoditas yang berdenominasi dollar seperti emas.
     

Share This Page