1. This site uses cookies. By continuing to use this site, you are agreeing to our use of cookies. Learn More.
  2. Saat ini forum sudah dibuka untuk umum, namun masih tetap dalam tahap pengujian. Hampir semua aktivitas dalam forum ini memiliki nilai Credit atau Equity. Nantinya, Credit atau Equity yang dikumpulkan akan dapat digunakan untuk berbagai tujuan, misalnya untuk biaya pemesanan EA, sewa VPS, untuk belanja di store (jika ada), beli EA (jika ada), dan untuk membayar biaya keanggotaan SoeHoe Markets.
    Dismiss Notice
  3. Hi Guest, non-user hanya bisa melihat 5 halaman per hari. Mengapa tidak mendaftar saja jadi user? Gratis koq, silakan klik register, hanya 30 detik :)

    Dismiss Notice

Suggestion ACY - Analisa Market

Discussion in 'Berita dan Analisa Fundamental' started by djamirun_aje, 14 Aug 2017.

  1. djamirun_aje

    djamirun_aje Member

    Equity
    Credit
    Ref Point
    Harga Minyak Anjlok Di Tengah Eskalasi Ketegangan Dagang

    Pada hari Rabu, harga minyak acuan West Texas Intermediate (WTI) mengalami penurunan harian paling parah dalam dua tahun terakhir. WTI turun 3.668 poin, atau 4.94 persen, ditutup serendah $70.609 per barel, karena eskalasi ketegangan dagang AS-China mengancam permintaan minyak. Di samping itu, kabar bahwa Libya bakal membuka kembali pangkalannya telah meningkatkan ekspektasi akan kenaikan suplai.

    ACY mencatat, aksi jual dimulai pada awal sesi, menyusul kabar bahwa National Oil Company Libya menyatakan akan membuka kembali pangkalan yang ditutup sejak akhir Juni. Namun demikian, John Saucer, wakil presiden Mobius Risk Group, mengatakan bahwa berita dari Libya itu hanyalah pemicu.

    Tekanan jual atas minyak mentah boleh jadi sebagian besar diakibatkan oleh meningkatnya ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan China; hal mana bisa memperparah kekhawatiran mengenai permintaan (demand). Pasalnya, bayang-bayang tarif tambahan atas barang-barang China senilai $200 Milyar telah mengakibatkan kejatuhan harga-harga komoditas dan pasar saham.

    Dari perspektif teknikal pada grafik Daily, penurunan luar biasa WTI kemarin mematahkan level support kunci yang bertepatan dengan level tinggi (high) 22 Mei. Namun, penurunan terhenti setelah menyentuh Moving Average 20-Day. ACY menilai, pergerakan harga intraday pada hari Kamis nampaknya mendapatkan dukungan dari MA20 ini.

    Grafik WTICOUSD Daily

    [​IMG]

    Dengan mengacu pada indikator Williams' Percent Range yang cukup mirip dengan Stochastic Oscillator, nampak bahwa harga bergerak balik dari sesi overbought ke bawah -50 yang berperan sebagai garis tengah. Support yang disediakan oleh level tertinggi dan level terendah sebelumnya, bisa menyangga indikator ini.

    Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
     
  2. djamirun_aje

    djamirun_aje Member

    Equity
    Credit
    Ref Point
    Harga Minyak Terperosok Di Tengah Tingginya Pasokan Arabia

    Kegelisahan mengenai perdagangan dunia dan tawaran Arab Saudi untuk menambah pasokan minyak bagi Asia, mendorong volatilitas pasar. Harga minyak mentah telah jatuh lebih dari 10 persen, setelah dua minggu lalu menyentuh level tertinggi 40 bulan. ACY mencatat, West Texas Intermediate untuk pengiriman bulan Agustus menurun $2.95 ke penutupan pada $68.109 per barel, level terendahnya dalam tiga pekan terakhir.

    Menurut narasumber, penurunan baru-baru ini disebabkan Arab Saudi menawarkan lebih banyak kargo minyak ke konsumen di Asia. Sementara itu di Amerika Serikat, Presiden Donald Trump kabarnya tengah mempertimbangkan kemungkinan untuk menggali persediaan minyak darurat negaranya untuk menghambat kenaikan harga minyak. Arab Saudi dan AS mencakup seperlima minyak mentah dunia.

    Pada grafik Daily, pergerakan harga WTI menurun secara dramatis, menembus level Support penting yang disediakan oleh Fibonacci Retracement 38.2% (dekat 68.74). Pada titik ini, cloud Ichimoku dapat dianggap sebagai level penopang apabila harga tak bergerak lebih rendah lagi; tetapi ACY menilai rebound akan menghadapi halangan dekat 68.74.

    Grafik WTICOUSD Daily

    [​IMG]

    Selain itu, investor perlu mengamati indikator lain, William's Percent Range, yang bertempat pada area oversold, sehingga mengindikasikan kemungkinan reli nanti. Apabila %R reli ke atas -80, maka boleh jadi itu merupakan kesempatan bagus untuk membuka posisi long (buy) pada WTI.

    Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
     
  3. djamirun_aje

    djamirun_aje Member

    Equity
    Credit
    Ref Point
    Pound Tumbang Jelang Rilis Data CPI Inggris

    Pound Inggris dihantam serentetan masalah dalam tiga bulan terakhir, hingga mencapai $1.3112 pada hari Selasa, dekat level terendah tiga pekan. Menjelang April, mata uang ini masih kuat berkat prospek kenaikan suku bunga Bank of England (BoE) dalam jangka pendek sebagai respon atas penguatan inflasi selama setahun terakhir. Namun, tren bullish berakhir pada kuartal kedua tahun ini, dikarenakan kombinasi kekuatan Dollar dan kelemahan Pound Inggris.

    Kelemahan terutama diakibatkan oleh rilis data inflasi Maret yang dirilis pada pertengahan April. ACY mencatat, angkanya yang mengecewakan dan dirilis sebelum keputusan bank sentral pada Super Thursday, memangkas kemungkinan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

    Kini, perhatian berfokus pada data Consumer Price Index (CPI) bulan Juni yang dijadwalkan rilis pada hari Rabu dan diestimasikan tumbuh 2.6 persen (year-on-year), lebih tinggi dari 2.4 persen pada periode sebelumnya. Poin yang akan disoroti adalah apakah data minggu ini meningkakan kemungkinan kenaikan suku bunga Bank of England pada rapat berikutnya di bulan Agustus. Namun, sementara itu, sinyal pertumbuhan gaji yang stagnan kemungkinan menyeret Pound Inggris, karena dapat menjadi alasan bagi BoE untuk menunda kenaikan suku bunga.

    Grafik GBP/USD Daily

    [​IMG]

    Secara teknikal, GBP/USD pada grafik Daily tengah bergumul pada kisaran antara 1.306 dan 1.331, dan penurunan signifikan sebelumnya menyebabkan harga turun dekat level Support (1.306). Apabila pergerakannya terus mundur dan tembus batas bawah serta Fibo Retracement 50.0%, maka penurunan lebih lanjut kemungkinan bakal terjadi. Namun demikian, menurut ACY, apabila pasangan mata uang ini hanya turun sedikit dan gagal tembus Retracement 50.0%, maka divergen RSI dan MACD yang positif akan memicu Pound untuk rebound besar.

    Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
     
  4. djamirun_aje

    djamirun_aje Member

    Equity
    Credit
    Ref Point
    Aussie Melesat Setelah Data Ketenagakerjaan Lampaui Ekspektasi

    Dolar Australia menguat terhadap Dolar AS, menyusul update data ketenagakerjaan menunjukkan performa baik. Sebelumnya, mata uang ini mengalami penurunan sejak akhir Januari dan terpuruk di level rendah, setelah menguat tajam sebanyak lebih dari 8.4 persen.

    Menurut data terbaru yang dirilis pada Kamis pagi, perekonomian Australia mencetak 50.9k pekerjaan baru. Ini peningkatan besar dibandingkan 12.0 pada bulan Mei, dan mengungguli ekspektasi ekonom yang memperkirakan pertambahan hanya sebanyak 16.5k. Sementara itu, tingkat pengangguran bulan Juni tetap rendah dan sejalan dengan data periode sebelumnya maupun estimasi pada 5.4 persen. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja naik tipis ke 65.7 persen, meskipun diestimasikan tetap sama dengan periode sebelumnya pada 65.5 persen.

    Karena kenaikan data ketenagakerjaan biasa mendorong kenaikan inflasi, maka ACY menilai rilis data inflasi kuartal kedua pada pekan depan perlu diperhatikan. Data ekonomi yang positif dapat menyebabkan Reserve Bank of Australia melangkah ke jalur kenaikan suku bunga.

    Berikutnya, sentimen yang berhubungan dengan Dolar Aussie boleh jadi akan rapuh menghadapi minat risiko dalam 48 jam ke depan, dikarenakan kekhawatiran baru mengenai perdagangan AS-China. Departemen Perdagangan AS akan mempertimbangkan kembali kemungkinan penerapan tarif atas produk otomotif dalam dua hari mendatang.

    Grafik AUD/USD Daily

    [​IMG]

    Berdasarkan grafik Daily, outlook yang lebih luas untuk AUD/USD di kalangan investor masih pesimis, karena belum keluar dari tren menurun yang terbentuk sejak awal tahun ini. Namun demikian, dalam jangka pendek dan menengah, Dolar Aussie boleh jadi reli untuk menguji batas atas Descending Channel atau bahkan Retracement 61.8%. Dalam pandangan ACY, potensi reli nampaknya didukung oleh RSI dan MACD yang bergerak naik.

    Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
     
  5. djamirun_aje

    djamirun_aje Member

    Equity
    Credit
    Ref Point
    Yen Jatuh Menjelang Rapat BoJ

    Pada hari Senin, Yen Jepang menghapus kenaikan yang diperoleh pada sesi perdagangan sebelumnya dan diperdagangkan pada 111.068 per Dolar pada pukul 12:14 pm waktu Sydney. Perdagangan cenderung flat dalam beberapa hari terakhir, meskipun sebelumnya Yen sempat mengalami kenaikan dramatis. Namun, Yen boleh jadi akan menguat setelah data menunjukkan bahwa penjualan ritel Jepang berbalik naik pada bulan Juni; pulih dari kemerosotan pada bulan Mei dan memberikan sinyal perbaikan konsumsi di kuartal kedua.

    Bersama langkah-langkah BoJ untuk membeli lebih sedikit obligasi dan memangkas bertahap pembelian obligasi jangka panjang; para pengambil kebijakan melanjutkan perlambatan kebijakan moneter longgarnya dan mendorong naik yield obligasi jangka panjang yang bisa jadi atraktif bagi investor serta menarik lebh banyak dana masuk ke dalam negeri.

    Diantara semua spekulasi tentang kemungkinan perubahan kebijakan Bank of Japan pekan ini, ACY mencatat, perubahan paling penting bagi pasar obligasi global boleh jadi telah berlangsung. Namun, para investor juga akan berfokus pada apakah Bank of Japan bakal memodifikasi kebijakannya, serta mencari indikasi kalau-kalau Federal Reserve akan menjaga jarak dari rencana dua kali kenaikan suku bunga lagi tahun ini.

    Outlook Teknikal USD/JPY

    Pada grafik Daily, USD/JPY menjaga momentum flat dalam beberapa hari terakhir, tepat dekat 110.87 (Retracement 61.8%) yang dipandang sebagai garis Support. ACY memperkirakan, breakout dari garis ini bisa mengakibatkan kemerosotan lebih lanjut menuju level Support yang digambarkan dengan tinta biru.

    Namun demikian, ada kemungkinan lebih besar untuk pembalikan (reversal) jangka menengah dalam beberapa hari ke depan, karena pasangan mata uang ini mungkin ditopang oleh Retracement 61.8% dan batas bawah Upward Channel.

    Grafik USD/JPY Daily

    [​IMG]

    Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
     
  6. djamirun_aje

    djamirun_aje Member

    Equity
    Credit
    Ref Point
    Harga Minyak Di Tengah Meningkatnya Risiko Suplai Global

    West Texas Intermediate (WTI) Futures melonjak 1.44 persen ke USD70.714 per barel, kenaikan terbesar dalam lebih dari sebulan terakhir, karena kekhawatiran kalau-kalau fasilitas produksi penting di Kanada tak bisa kembali beroperasi normal secepat yang diharapkan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran mengenai suplai minyak secara global.

    Walaupun ketegangan perdagangan antara AS dan China dalam beberapa pekan terakhir telah menekan harga minyak menurun selama separuh bulan ini, tetapi Barclays Plc memperingatkan adanya risiko kenaikan harga yang cukup sigifikan dalam kuartal IV. Pasalnya, sanksi AS atas Iran bakal memangkas ekspor minyak Iran sebanyak sekitar 700,000 barel per hari (bph).

    ACY mencatat, Dolar AS merosot lebih jauh menjelang keputusan suku bunga FOMC minggu ini. Bank sentral AS diperkirakan bakal tak merubah suku bunga, sehingga dapat mendongkrak daya tarik komoditas yang diperdagangkan dengan mata uang Dolar AS.

    Grafik WTICOUSD Daily

    [​IMG]

    Melihat pergerakan harga harian pada WTI, akan nampak bahwa kenaikan harga baru-baru ini telah membuat harga menemui halangan berat. ACY menilai, garis tengah Bollinger Bands dan level dekat 71.25 (Retracement 23.6%) boleh jadi menghambat kenaikan harga lebih lanjut. Apabila terjadi pembalikan harga (reversal), maka level 68.75 (Retracement 38.2%) bisa dipandang sebagai resisten penting yang bisa menekan harga merosot lebih jauh.

    Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
     
  7. djamirun_aje

    djamirun_aje Member

    Equity
    Credit
    Ref Point
    Harga Minyak Di Tengah Meningkatnya Risiko Suplai Global

    West Texas Intermediate (WTI) Futures melonjak 1.44 persen ke USD70.714 per barel, kenaikan terbesar dalam lebih dari sebulan terakhir, karena kekhawatiran kalau-kalau fasilitas produksi penting di Kanada tak bisa kembali beroperasi normal secepat yang diharapkan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran mengenai suplai minyak secara global.

    Walaupun ketegangan perdagangan antara AS dan China dalam beberapa pekan terakhir telah menekan harga minyak menurun selama separuh bulan ini, tetapi Barclays Plc memperingatkan adanya risiko kenaikan harga yang cukup sigifikan dalam kuartal IV. Pasalnya, sanksi AS atas Iran bakal memangkas ekspor minyak Iran sebanyak sekitar 700,000 barel per hari (bph).

    ACY mencatat, Dolar AS merosot lebih jauh menjelang keputusan suku bunga FOMC minggu ini. Bank sentral AS diperkirakan bakal tak merubah suku bunga, sehingga dapat mendongkrak daya tarik komoditas yang diperdagangkan dengan mata uang Dolar AS.

    Grafik WTICOUSD Daily

    [​IMG]

    Melihat pergerakan harga harian pada WTI, akan nampak bahwa kenaikan harga baru-baru ini telah membuat harga menemui halangan berat. ACY menilai, garis tengah Bollinger Bands dan level dekat 71.25 (Retracement 23.6%) boleh jadi menghambat kenaikan harga lebih lanjut. Apabila terjadi pembalikan harga (reversal), maka level 68.75 (Retracement 38.2%) bisa dipandang sebagai resisten penting yang bisa menekan harga merosot lebih jauh.

    Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
     
  8. djamirun_aje

    djamirun_aje Member

    Equity
    Credit
    Ref Point
    Euro Jatuh Sedikit Karena GDP Lebih Rendah Dibanding Ekspektasi

    Euro bergerak flat terhadap Dolar AS dalam sebulan terakhir, dan grafik menunjukkan penurunan tipis ke USD1.169 pada hari Selasa, karena terungkap bahwa perekonomian Zona Euro terus melambat pada kuartal kedua.

    GDP Zona Euro yang memimpin kalender ekonomi pada jam perdagangan Eropa pada hari Selasa, menunjukkan bahwa perekonomiannya tumbuh 0.3 persen pada kuartal yang berakhir Juni 2018, setelah meningkat 0.4 persen pada kuartal sebelumnya. Angka tersebut meleset dari ekspektasi pasar yang mengharapkan kenaikan 0.4 persen, sekaligus merupakan pertumbuhan terlambat sejak kuartal II/2016, di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan China.

    Dari data GDP dalam satu dekade terakhir, perekonomian Zona Euro sempat mengalami pertumbuhan pesat pada 2017, tetapi mundur dengan cepat tahun ini; menggarisbawahi kesenjangan yang lebih besar dibandingkan Amerika Serikat. Menurut ACY, divergensi kebijakan moneter lebih lanjut antara bank sentral kedua negara, yang berdampak pada selisih suku bunga lebih tinggi, kemungkinan akan membebani Euro tahun ini.

    Sementara itu, tingkat pengangguran di kawasan Euro tetap 8.3 persen pada bulan Juni, terendah sejak Desember 2008. Angkanya sama dengan hasil revisi bulan lalu dan sejalan dengan ekspektasi pasar.

    Grafik EUR/USD Daily

    [​IMG]

    Outlook jangka menengah untuk EUR/USD dalam beberapa hari ke depan akan berjuang dalam celah sempit antara level tertinggi dan terendah sebelumnya. Breakout ke atas maupun ke bawah akan memicu pergerakan lebih lanjut ke satu arah tertentu. Lebih dari itu, nampak resisten pada 1.175 (Retracement 23.6%). Dalam hal ini, ACY menyarankan, investor lebih baik masuk pasar setelah EUR/USD breakout ke arah tertentu.


    Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
     
  9. djamirun_aje

    djamirun_aje Member

    Equity
    Credit
    Ref Point
    Sterling Jatuh Menjelang Keputusan Suku Bunga BoE

    Sebelumnya, Pounds Inggris bergerak naik sedikit dan ditutup pada 1.31253 terhadap Dolar AS di hari Rabu, tetapi secara keseluruhan masih di level rendah. Namun demikian, di sesi trading siang ini, ACY mencatat, Pound tergelincir dan diperdagangkan pada $1.3101 per 3:45 waktu Sydney, menjelang pengumuman suku bunga Bank of England (BoE).

    Para ekonom telah memprediksi kalau BoE kemungkinan menaikkan suku bunga acuan dari 0.50 persen ke 0.75 persen pada hari Kamis, melanjutkan pengetatan kebijakan moneternya. Dikarenakan sejumlah ketidakpastian mengenai masalah Brexit dan perlambatan ekonomi, yang dilaporkan hanya tumbuh 0.2 persen di kuartal I/2018; mata uang ini kemungkinan naik dalam jangka pendek, tetapi outlook lebih luas kurang optimis.

    Sementara itu, Federal Reserve di Amerika Serikat menyampaikan pandangan bernada hawkish pada hari Rabu. Mereka tak merubah suku bunga, tetapi mengatakan pertumbuhan ekonomi "kuat".

    Komite pengambilan kebijakan moneter AS tersebut mengulangi pernyataan bulan Juni bahwa mereka mengekspektasikan "kenaikan Federal Funds Rate bertahap lebih lanjut sesuai kisaran target akan konsisten dengan aktivitas ekonomi yang berekspansi secara berkelanjutan, kondisi pasar tenaga kerja yang kuat, dan inflasi yang mendekati target 2 persen yang diinginkan oleh komite". Pernyataan tersebut membuat ekspektasi kenaikan suku bunga AS pada bulan September kembali menjadi fokus pasar.

    Grafik GBP/USD Daily

    [​IMG]

    Outlook yang lebih luas untuk GBP/USD masih netral berlandaskan support beberapa level rendah sebelumnya dan Fibo Retracement 50.0% (1.3000). Namun demikian, ACY menilai, kejatuhan secara dramatis bisa terjadi bila nantinya pasangan mata uang ini tembus resisten kunci ini.

    Menurut William's Percent Range (%R), divergen positif mensinyalkan pasangan mata uang ini bisa berbalik naik setelahnya, tetapi masih belum diketahui seberapa kuat pembalikan tersebut nantinya.

    Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
     
  10. djamirun_aje

    djamirun_aje Member

    Equity
    Credit
    Ref Point
    USD/CNH Terus Merosot Di Tengah Konflik Perdagangan

    Yuan offshore (CNH) terus merosot pada hari Kamis, meskipun People's Bank of China (PBoC) mematok nilai tukar acuan lebih kuat terhadap Dolar AS. Hal ini terjadi setelah serangkaian kejatuhan yang terjadi pada pertengahan Juni ketika konflik perdagangan antara AS dan China memanas.

    Dolar melesat terhadap mata uang mayor dan mata uang negara-negara berkembang pada hari Kamis, sehari setelah pemerintahan Trump menyatakan tengah mempertimbangkan akan mengenakan bea impor sebesar 10-25 persen lagi atas barang impor China senilai USD200 Milyar.

    ACY mencatat, Yuan telah terdepresiasi nyaris 5 persen terhadap Dolar dalam tahun ini. Selain mendominasi mata uang negara-negara berkembang yang rawan, Greenback juga unggul terhadap nyaris semua mata uang G10. Hanya Yen yang memiliki kekuatan safe haven saja yang masih bertahan menghadapi kekuatan Greenback.

    Walaupun Federal Reserve tak merubah suku bunga acuan minggu ini, tetapi nada hawkish rapat FOMC telah mendorong ekspektasi pasar akan dilakukannya dua kali kenaikan suku bunga lagi dalam tahun ini, sehingga memperkuat outlook jangka panjang Dolar AS meski Presiden Trump menuduh kekuatan ini menggerogoti daya saing kompetitif Amerika dalam menghadapi masalah perdagangan.

    Secara teknikal, price action harian yang nampak dari kenaikan USD/CNH kelihatannya tak terhentikan lagi pada titik ini, sementara isu-isu fundamental masih berperan penting. ACY melihat, USD/CNH mendekati resisten penting sekitar 6.9175 dan apabila nantinya terjadi breakout maka akan mengungkap resisten berikutnya pada level tinggi historis dekat 6.986.

    Grafik USD/CNH Daily

    [​IMG]

    Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
     
  11. djamirun_aje

    djamirun_aje Member

    Equity
    Credit
    Ref Point
    S&P 500 Terus Meningkat Berkat Tumbuhnya Optimisme

    Saham-saham Amerika Serikat terus meningkat, mendorong terjadinya kenaikan empat hari beruntun di tengah optimisme bahwa pertumbuhan AS akan berlanjut. Indeks S&P 500 ditutup pada 2858.5 poin pada hari Selasa, level tertinggi sejak 26 Januari. Kenaikan memudar pada setengah jam terakhir perdagangan, karena investor keluar dari saham-saham yang sensitif terhadap suku bunga, lantaran kenaikan yield obligasi Treasury.

    Pada hari Selasa malam, Amerika Serikat mengatakan akan mulai menerapkan tarif 25 persen atas 279 produk yang didatangkan dari China dengan total $16 Miliar, sehingga memperburuk perang dagang yang berlangsung diantara kedua negara. Ini akan menjadi keduakalinya AS menerapkan bea impor atas produk-produk China dalam sebulan terakhir, walaupun perusahaan-perusahaan AS mengatakan bahwa langkah ini akan meningkatkan biaya bisnis dan harga-harga di tingkat konsumen.

    Outlook yang lebih luas untuk Indeks S&P 500 nampaknya masih dalam momentum meningkat, dikarenakan adanya sejumlah ruang menjelang resisten penting di sekitar 2876. ACY mencatat, indeks bergerak menyusuri Ascending Price Channel yang dimulai sejak April, dan batas atas Channel boleh jadi menghalanginya untuk naik dengan cepat.

    Grafik S&P500 Daily

    [​IMG]

    Namun demikian, divergen RSI yang negatif mensinyalkan bahwa indeks bisa jadi mundur setelah menguji resisten tersebut. Oleh karenanya, ACY menyarankan agar investor mengamati apakah nantinya akan ada konfirmasi breakout atau kemunduran, guna membuat keputusan investasi yang tepat.

    Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
     
  12. djamirun_aje

    djamirun_aje Member

    Equity
    Credit
    Ref Point
    S&P 500 Mulai Mundur Menjelang Rilis CPI

    S&P 500 Futures menurun 3.2 poin ke 2847.1 per pukul 2:30 pm di Sydney pada hari Jumat, memangkas kenaikannya dalam tahun 2018 ke 7 persen. Sebelumnya, kenaikan beruntun indeks telah membawanya mendekati level tertinggi yang tercapai pada bulan Januari, meskipun ada eskalasi ketegangan dengan China.

    Sedikit tanda bahwa tarif yang telah diterapkan atau ketakutan mengenai eskalasi konflik dagang berdampak substansial terhadap keuntungan perusahaan-perusahaan AS ataupun variabel ekonomi secara keseluruhan yang dapat berimbas pada pertumbuhan. Dengan melihat performa ekonomi secara umum, Amerika Serikat nampaknya jatuh dari dari ketegangan geopolitik.

    Dalam mengejar keuntungan dari investasi di pasar forex, tanggal rilis CPI akan dianggap penting oleh investor. ACY mencatat, CPI bulan Juli diestimasikan 0.2 persen (MoM), lebih tinggi dari pertumbuhan 0.1 persen pada periode sebelumnya.

    Pada grafik Daily, S&P 500 Index nampaknya cenderung mundur dari level tertinggi. Dengan menggambar sebuah Fibonacci Speed Resistance Fan, kita dapat melihat bahwa jika indeks terus meningkat, maka ia akan menghadapi halangan dari garis tengah perangkat ini; hal mana dapat mengurangi laju kenaikan indeks.

    Grafik S&P 500 Daily

    [​IMG]

    Di sisi lain, jika indeks mundur, sebuah garis support yang menghubungkan dua level tinggi sebelumnya, bisa jadi menyangganya. Breakout lebih lanjut akan mengungkap support lain disediakan oleh level Retracement 61.8%. Menurut ACY, titik dimana investor bisa masuk dapat dicari ketika Stochastic Oscillator mundur ke bawah 80.0 dan terkonfirmasi.

    Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
     

Share This Page